Launching dan Bedah Buku “Spirit Ekologi Integral” Pdt. DR. Karel Phil Erari

0
26
Wali Kota BTM saat berikan sambutan di GSG GKI Pniel. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)
Wali Kota BTM saat berikan sambutan di GSG GKI Pniel. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., menyambut baik atas dilaunching dan Bedah Buku Spirit Ekologi Integral oleh Pdt. DR. Karel Phil Erari, dimana manfaat positif buku tersebut sudah sejalan dan sesuai dengan visi, misi dan program Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura yaitu menjadikan kota yang bersih dan merawat alam tetap hijau.

 

“Buku yang dilaunching ini mempunyai manfaat untuk memprotektif manusia dalam menjaga alam khususnya dilakukan semua umat kristen, serta memberikan masukan, saran dan manfaat positif terhadap keberhasilan pemimipin dalam mengelola lingkungan dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Papua, dan juga memiliki analisa tujuan sasaran prioritas dan strategi yang dihadapi dalam periode tertentu untuk mencapai komitmen terkait SDA untuk menghadapi perubahan iklim global,” ujar Wali Kota Jayapura,  saat memberikan sambutan di acara Launching dan Bedah Buku ‘Spirit Ekologi Integral’ oleh Pdt. Karel Phil Erari, di Gedung Serba Guna GKI Pniel Kotaraja, Kamis (1/2/2018).

 

Lanjutnya, visi dan misi Pemkot Jayapura telah berdasarkan pemikiran dari Marthin Luther King dan Johanis Calvin, sesuai dengan apa yang ditulis dalam buku itu.

 

Ia berpesan kepada penduduk Kota Jayapura saat ini berjumlah 416903 jiwa yang mempunyai tugas untuk menjaga dan memelihara alam yang telah diciptakan oleh Tuhan.

 

Oleh sebab itu, Wali Kota juga mengimbau kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua dan para Ketua Klasis setanah Papua untuk juga mengkhotbahkan tentang bagaimana umat Kristen dapat menyelamatkan lingkungan hidup.

 

“Seperti satu hari semua orang Kristen sepakat turun membersihkan lingkungan dan menanam pohon di wilayahnya masing-masing, dari semua dominasi gereja yang ada di 28 kabupaten dan satu kota supaya ada gerakan yang kita lakukan bersama-sama,” harapnya.

 

Sementara itu, sambutan Ketua Sinode GKI di tanah Papua yang dibacakan oleh Bidang Keadilan Perdamaian Keutuhan Ciptaan, Pdt. Debora Balubun mengatakan dalam pengantar atas buku Spirit Ekologi Integral bahwa gereja di tanah Papua harus selalu hadir sebagai garda terdepan dalam melawan setiap praktek penghancuran ekologis.

 

“Masalah ekologis adalah masalah eklesiologis. Kita peduli dengan lingkungan bukan semata-mata karena kita penghuni alam ini, tetapi terutama karena Allah sang pencipta dan pemilik alam ini memberikan mandat kepada kita agar kita mengusahakan dan memelihara alam ini,” tegasnya.

 

Lanjutnya, bedah buku tersebut juga hendaknya menggaris bawahi bahwa perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah bagian dari misi gereja. Sehubungan dengan misi gereja, maka kehadiran buku Spirit Ekologi Integral sangat membantu gereja-gereja membangun pola pikir dan praktis pelayanan ekologis demi mewujudkan satu Kondisi kehidupan masyarakat yang damai, aman, adil dan sejahtera.

 

Oleh sebab itu, ia juga mengimbau kepada para jemaat dan klasis GKI di tanah Papua, agar menjabarkan ke dalam program Jemaat dan klasis kegiatan-kegiatan lingkungan demi menjaga kelestarian alam dan memelihara keberlangsungan hidup berbagai spesies yang ada dalam alam ini.

 

Penulis Buku Spirit Ekologi Integral, Pdt. DR. Karel Phil Erari menjelaskan ekologi integral adalah sebutan bahwa seluruh alam ini adalah hubungan integral terpadu antara manusia dengan semua spesies seperti hutan, sungai, danau, tanah dan juga ada terumbu karang dan ikan-ikan semuanya mengalami hubungan integral yang tidak bisa dipisahkan antara satu dan lain.

 

“Dan seluruh ekosistem ini telah mengalami tindak kerusakan yang parah yang mengalami kehancuran itu dan itulah sebabnya harus ada sebuah spirit atau semangat dan gerakan yang baru untuk menyelamatkan alam ini. Kalau alam ini rusak Maka itulah sebuah masalah dialogis yang harus dijawab oleh Gereja,” tandasnya.

 

Kegiatan yang digelar oleh Sekolah Tinggi Filsafat Teologia GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura, diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Fritz Mambrasar.

 

Turut hadir dalam kegiatan launching dan bedah buku Spirit Ekoloi Integral adalah Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tommi Mano, MM., Penulis Buku Spirit Ekologi Integral Pdt. DR. Karel Phil Erari, Mantan Ketua Sinode GKI di tanah Papua, para pembahas bedah buku yakni Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Drs. Felix X Mote. M.Si. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua DR. Ir.Noak Kapisa M.SC. kemudian pembahas teologi oleh Pdt. DR. Sostenes Sumihe, STH.M.TH. Pembahas antropologi DR. Joszh Mansoben. MA. Dan sebagai moderator Pdt. Frits Soparue. S.Si.

 

Serta Perwakilan GKI Tanah Papua Pdt. Debora Balubun Bidang Keadilan Perdamaian Keutuhan Ciptaan, dan Anggota DPRD KOTA Jayapura Abisai Rollo. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)