Pondasi 14 Rumah Sosial di Kwimi Keerom Telah Terbangun

0
1131
Prajurit-prajurit dari Yonif 410 Alugoro, saat melakukan pekerjaan pembuatan rumah sosial korban konflik Arso, belum lama ini. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Proses pembuatan rumah bantuan dari Pemkab Keerom melalui Dinas Sosial bagi korban konflik sosial di Arso Kota atau tepatnya di Kampung Kwimi terus dikebut pengerjaannya. Bahkan 14 rumah yang sedianya akan dibangun dijadwalkan bisa diselesaikan dalam jangka 45 hari saja.

Saat HPP melihat dari dekat pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah tersebut pada hari ketiga sejak dicanangkan Wakil Bupati Keerom, nampak pondasi rumah tersebut telah dibangun. Sebanyak kurang lebih 12 rumah sudah dibangun pondasi bahkan telah siap untuk dinaikan tiang rumahnya. Sementara 2 rumah lainnya masih dalam proses pemasangan batu pondasi.

Dalam kegiatan pembangunan rumah sosial kali ini, Pemkab Keerom melibatkan TNI dalam proses pembangunannya. Diantaranya adalah dari Satgas Pamtas Yonif 410/ALG. Seperti yang nampak di lokasi, beberapa prajurit Yonif 410/ALG tengah melakukan pekerjaan pembuatan pondasi dan kemudian mengisi pondasi tersebut dengan material yang ada disekitar lokasi pembangunan.

Salah seorang prajurit yang ditunjuk sebagao pengawas pekerjaan, Lettu Inf. S Aji, mengemukakan bahwa sebanyak 20 personil dari kesatuannya dilibatkan dalam pekerjaan tersebut. ‘’Kami dari Yonif 410/ALG dilibatkan kurang lebih 20 orang. Perintah yang disampaikan kepada kami adalah membuat tujuh rumah ukuran 554 atau panjang 5 meter, lebar 5 meter dan ditengahnya 4 meter,’’ungkapnya kepada HPP, kemarin.

Ditambahkan,  bahwa dalam rangka melakukan pekerjaan tersebut pihaknya siap dan telah melakukan pekerjaan pemasangan pondasi rumah. ‘’Sejauh ini pekerjaan kami telah berjalan dan tak ada kendala yang berarti. Ditargetkan pekerjaan kami akan selesai 45 hari, namun kami yakin bisa menyelesaikannya sekitar 30 hari. Saat ini kami sedang mengisi atau menimbun pondasi dari material yang ada di sekitar bangunan. Setelah itu kita langsung memasang tiang penyangga bangunan, dan pekerjaan lanjutan lainnya,’’pungkasnya.(Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here