Pemuda Adat Sentani Akan Ibadah Tutup Tahun  2017 ‘Helai Felesay’ di Ifar Besar

0
585
Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun - tahun sebelumnya. (Amazing Papua Facebook)
Ketua Panitia Pelaksana, Jimmy Yoku. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Mensyukuri segala aktivitas dan juga penyertaan Tuhan di Tahun 2017, dan sebagai permohonan untuk melakukan aktivitas baru di Tahun 2018, Pemuda Adat Sentani akan menggelar “Ibadah Syukur Tutup Tahun 2017 Masyarakat Adat”, di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (3/2/2018) esok. Ibadah syukur tutup tahun ini bertemakan Bahasa Sentani, “Helai Felesay”.

Demikian di ungkapkan Ketua Panitia Pelaksana, Jimmy Yoku, ketika di temui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (1/2/2018) siang.

“Ibadah syukuran masyarakat adat di Danau Sentani ini, kita namakan ‘Helai Felesay’. Artinya, semua aktivitas di tahun 2017 lalu itu selesai di bulan Januari 2018 ini, sehingga di bulan ke depan ini akan di mulai dengan aktivitas yang baru. Agar tidak ada lagi istilah hura-hura, supaya masyarakat sudah bisa mulai beraktivitas untuk satu tahun ke depan ini,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPI Kabupaten Jayapura ini menambahkan, ibadah syukuran ini juga bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal yang ada di daerah ini.

ILUSTRASI FESTIVAL DANAU SENTANI. (Foto Ida Cesillia‎ Facebook)

“Bagaimana kearifan lokal ini juga bisa kita angkat lewat nilai-nilai budaya. Karena selama ini biasanya hanya ada di kampung-kampung untuk acara syukuran tahun baru itu, tapi puncaknya di bulan Januari ini. Jadi, acara seperti ini sengaja kita angkat dan kedepannya akan kita lakukan syukuran tersebut dengan cara berpindah-pindah, ya mungkin sekarang di sini (Sentani Tengah) dan mungkin di tahun depan kita adakan di timur,” tuturnya.

Selain itu, kata Jimmy, acara syukuran tutup tahun 2017 ini guna merekatkan tali persaudaraan khususnya di antara sesama masyarakat adat di sekitar Danau Sentani dan umumnya juga untuk semua masyarakat yang ada bermukim di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Itulah makna dari acara syukuran yang akan kita gelar nanti, untuk merekatkan tali persaudaraan dan juga untuk mengangkat jati diri budaya kita di Sentani,” kata Jimmy Yoku yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang PBB pada Bappenda Kabupaten Jayapura.

Selain di hadiri masyarakat adat Sentani, juga akan di hadiri Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro.

Ilustrasi Festival Danau Sentani (David Maturbongs‎ Facebook)

Kemudian akan di hadiri juga oleh Dewan Adat Mamta, Dewan Adat Papua, masyarakat adat Tabi, masyarakat dari Paguyuban Nusantara, yang akan di awali dari Khalkote menuju Kampung Ifar Besar serta proses penjemputan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Papua oleh Ondoafi Ifar Besar Frans Alberth Joku. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here