Mantan Pemain Persipura dan PS Kayo Pulo  Reuni

0
196
Mantan Pemain Persipura dan PS Kayu Pulo  foto bersama sebelum bertanding. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)

 

Mantan Pemain Persipura dan PS Kayu Pulo  foto bersama sebelum bertanding. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Mantan pemain Persipura dari generasi ke generasi melakukan game sparing menghadapi mantan pemain PS Kayo Pulo  (PSK) di Lapangan Berghendal Argapura Kamis (31/02/2018) . Pertandingan berakhir 3-0 untuk kemenangan mantan pemain Persipura.

Mantan Pemain Persipura yang beroperasi dilini tengah Carolino Ivakdalam usai pertandingan mengatakan, dengan berkumpul kembali akan banyak memberikan manfaat khususnya berkiatan perkembangan sepakbola di Papua. ‘Kita bersyukur ditengah kesibukkan yang cukup tinggi, kita masih bisa kumpul bareng dengan bermain bola.

“Bukan hanya kami bermain bola tetapi ada maksud dan tujuan dari masing-masing generasi. Ini sangat positif sekali sehingga ada pemikiran untuk kemajuan sepak bola yang ada di tanah Papua terutama tim kebanggaan kita Persipura,” kata Ino Ivakdalam Kamis (31/02/2018) kemarin.

Terkait dengan pertandingan melawan mantan-mantan pemain PSK Kayo Pulo, menurutnya menjadi  bagian dari tujuan berkumpul bersama yang luar biasa.  Artinya bahwa kekeluargaan Persipura dari waktu ke waktu tetap terjaga mulai dari generasi pertama ke generasi selanjutnya.

“Ini kita memberikan contoh kepada generasi yang dibawah kita, sehingga nanti mereka sudah tidak bermain lagi di Liga atau bermain dikompetisi, ada waktu yang mereka sisihkan untuk berkumpul seperti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bukan hanya berkumpul saja tetapi ada beberapa poin penting yang sudah dibicarakan terkait dengan Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP) yang tidak. AMPP yang tadinya eksis dari waktu ke waktu ada beberapa pengurus yang punya kesibukan. Tetapi dengan adanya senior yang hadir kita merasa bahwa kerukunan mantan-mantan pemain Persipura yang disebut AMPP masih tetap terjaga dengan baik.

Terkait usulan mantan pemain Persipura menjadi pelatih,  “Bukan hanya satu atau dua orang saja tetapi mendorong untuk di Papua, khususnya mantan-mantan pemain sepak bola, bukan saja Persipura tetapi semua yang ada ditanah Papua yang punya kharisma atau talenta untuk melatih harus memiliki yang namanya sertifikasi atau lisensi,” katanya.

Ia menambahkan, lewat kesempatan seperti ini bisa mengembangkan ide-ide , saran dan masukan positif yang bisa disampaikan lewat media maupun lewat pengurus yang sementara ini dipercayakan menangani tim Persipura. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)