OPD Keerom Dilarang Terima Pegawai Kontrak Lagi

0
622
Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)
Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, mengemukakan, dalam rangka efisiensi dana, maka SKPD/OPD dilarang menerima pegawai kontrak lagi. Menurutnya jumlah pegawai yang ada di Keerom baik ASN maupun tenaga kontrak sudah cukup dan harus diaktifkan kinerjanya.

‘’Jumlah pegawai di Keerom ini sekitar 3000-an lebih, sementara yang benar-benar aktif bekerja dan melaksanakan tupoksinya benar-benar tidak banyak. Maka sudah seharusnya pimpinan OPD/SKPD memanfaatkan tenaga yang ada dan tidak menerima pegawai kontrak lagi,’’ungkapnya pada sebuah kesempatan di Kompleks Kantor Bupati Keerom, belum lama ini.

Dirinya meminta, dalam rangka meningkatkan semangat kerja para pegawai kontrak yang ada maka ia meminta agar honor pegawai kontrak tersebut juga mendapat perhatian. ‘’Saya tak mau dengar lagi tenaga kontrak dibayar tiga bulan sekali. Jangan sampai ada yang datang lapor, pak sudah enam bukan kerja saya belum terima gaji, ini harus jadi perhatian agar semangat kerja tetap tinggi,’’ungkapnya.

Diakui, pihaknya tak akan menerima laporan sepihak dari pegawai atau tenaga kontrak yang mengaku belum terima gaji atau honor. ‘’Kalau ada yang datang melapor ke saya sekian bulan belum terima gaji atau honor ya saya harus teliti dulu, selama ini orang itu bekerja benar tidak. Jangan-jangan ia ditahan gajinya karena memang tidak masuk kerja. Untuk mereka yang bekerja di kampung atau pedalaman, saya minta kepala kampung dan kadistrik harus perhatikan ini,’’ungkapnya lagi.

Selain itu Wabup juga meminta agar Kadistrik banyak turun ke lapangan untuk ketemu langsung dengan masyarakat. ‘’Ketemu masyarakat beri pemahaman yang baik kepada mereka, agar program pembangunan bisa berjalan baik,’’pungkasnya. (Arif  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here