Wali Kota BTM  Resmikan Gedung Gereja St. Petrus Paroki Argapura

339
Suasana saat Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM meresmikan gedung gereja. (Elsye Sanyi/ Koran Harian Pagi Papua)
Suasana saat Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM meresmikan gedung gereja. (Elsye Sanyi/ Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Setelah melalui proses pembangunan selama dua tahun tepatnya sejak 31 Januari 2016, akhirnya gedung baru Gereja ST. Petrus dan Paulus  Paroki Argapura diresmikan oleh Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM di Kelurahan Argapura, Senin (29/1/2018).

Peresmian gedung Gereja dan Paroki itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota,  sekaligus difungsikan secara perdana pada saat peresmian.

“Sebagai hamba Allah di Tanah Tabi, negeri matahari terbit dengan ini saya meresmikan Gereja Santo Petrus dan Paulus Paroki Argapura, kiranya melalui gereja ini, umat paroki yang memuji dan membesarkan nama-Nya, dan mendengarkan firman-Nya maka kota ini akan selalu dijaga dan diberkati oleh Tuhan,” ucap Wali Kota saat meresmikan gedung tersebut.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar, OFM menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung gereja Santo Petrus dan Paulus ini.

Dalam sambutannya, Uskup mengajak umat Katholik Paroki Argapura dan seluruh umat Katholik lainnya yang berada di Kota Jayapura, untuk terus mendukung dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Kita mendukung Wali Kota yang ditugasi pemerintah untuk membangun kerukunan antar umat beragama dibantu oleh pemimpin gereja-gereja Kristen lainnya,” katanya.

Suasana saat peresmian. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

Sementara Pastor Paroki Argapura, RP Paul Tumayang Tangdilintin, OFM mengingatkan kembali pada  31 Januari 2016 lalu pasca Perayaan Misa Ekaristi, dari altar gereja darurat. Ia menyampaikan bahwa selaku orang tua di kota ini, Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM meletakkan batu pertama gedung ini.

“Maka kami berharap bahwa suatu saat nanti gereja yang baru ini akan diresmikan juga oleh beliau. Atas hal itu, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih,” terangnya.

Untuk diketahui pembangunan gedung Gereja ST. Petrus yang memiliki luas, panjang 37 meter dan lebar 18 meter itu telah memakan biaya sebesar Rp. 9.420.612.595 yang diperoleh dari para donatur.  Bantuan lainnya dari para donatur berupa material terkhusus semen, terdiri dari bantuan Wali Kota Jayapura 100 sak, Bank Papua 500 sak, Toko Medan Jaya 500 sak, Pangdam 200 sak, dan Bupati Jaya Wijaya 350 sak, sehingga total nilainya Rp. 534.218.000.
Kemudian, bantuan lainnya dari para pengusaha Katholik dan pengusaha lainnya di Kota Jayapura, Abepura, Kotaraja, dan Sentani sebesar Rp 3.377.500.000.

Peresmian oleh Wali Kota Jayapura dan pemberkatan oleh Uskup Jayapura tersebut dihadiri  ratusan umat baik dari paroki Argapura maupun luar paroki. Umat antar etnis pun turut memeriahkan ceremonial peresmian dengan difungsikannya secara perdana pada perayaan Misa Ekaristi. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)