Tim Terpadu KLB Campak Asmat Tembus Korowai

0
76
The Korowai of West Papua, Indonesia number about 2000 people. They live in small family groups in the lowland jungles. There staple diet is sago, made from the pulp of the sago tree, they are semi nomadic moving every few years once the sago trees around their home have all been felled. (ISTIMEWA)
The Korowai of West Papua, Indonesia number about 2000 people. They live in small family groups in the lowland jungles. There staple diet is sago, made from the pulp of the sago tree, they are semi nomadic moving every few years once the sago trees around their home have all been felled. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS [PAPUA) – Tim kesehatan terpadu yang dikirim untuk menangani kasus kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat berhasil melakukan pelayanan kesehatan hingga menembus daerah pedalaman Korowai.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua,  dr Aaron Rumainum ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu, mengatakan, tim KLB Campak Asmat penugasan Distrik Kolofbrasa telah berhasil menembus Distrik Korowai di Mabul.

Tim terpadu terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Kementerian Kesehatan sera tim kesehatan dari TNI.

“Tim terdiri dari Direktur SKK, 2 staf Dit SKK, satu staf Dit Gizi Kemenkes, satu Sp.PD dan satu perawat bedah dari RSUP Fatmawati dan satu staf dari Dit Yankesdas Kemenkes,” ujarnya.

Selanjutnya, satu orang anggota TNI dari Koramil Suator dan dua orang dari Dinas Kesehatan Papua.

Kepala Dinkes Papua Aloysius Giyai bersama Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Aaron Rumainum. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

Aaron mengatakan, pelayanan kesehatan yang dilakukan di Mabul meliputi Imunisasi campak, DPT-HB-HiB, DT, TD, Polio dan BCG.

Selain itu, tim juga memberikan vitamin A, pengobatan, pemeriksaan malaria, pemeriksaan dan pengobatan filariasis, pengukuran tuberkulosis (TB) dan BB.

Tim terpadu juga menginfus balita gizi buruk dan menginfus pasien malaria dengan tampak sangat anemis. Aaron tidak menyebutkan jumlah pasien balita dan balita yang diinfus.

Ia menambahkan, pelayanan di Mabul difasilitasi Kepala Distrik Korowai dengan dukungan 400 liter BBM dan 20 liter Oli.(ant/lea/Koran Harian Pagi Papua)