John Wempi Wetipo Bawa Cinta dan Kasih Sayang untuk Balita di Asmat

0
269
Direktur Utama BMC, John Wempi Wetipo memakaikan pakaian salah seorang balita yang dirawat di posko rehabilitasi di aula salah satu gereja di Agats Kabupaten Asmat. (Roy/HPP)
Direktur Utama BMC, John Wempi Wetipo memakaikan pakaian salah seorang balita yang dirawat di posko rehabilitasi di aula salah satu gereja di Agats Kabupaten Asmat. (Roy/HPP)

 ASMAT (LINTAS PAPUA) – Lembaga Baliem Mission Center (BMC) turun ke Asmat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di Asmat yang saat ini terserang musibah gizi buruk dan campak, Jumat (26/1/2018) siang.

 

Membawa 10 ton bahan makanan dan kebutuhan anak-anak, BMC datang dengan membawa Cinta dan Kasih Sayang bagi anak-anak balita di Kabupaten Asmat.

 

Adapun bantuan kemanusiaan yang diberikan yakni, susu, minyak sayur, beras, bubur bayi, biskuit bayi, susu beruang, baju anak-anak dan pampers bayi, yang diserahkan kepada Keuskupan Agats yang dipercaya untuk menyalurkan ke anak-anak di Kabupaten Asmat.

 

Direktur Utama BMC, John Wempi Wetipo mengungkapkan, walau tak banyak yang mereka berikan kepada masyarakat di Kabupaten Asmat, namun ini adalah wujud kepedulian mereka yang selama ini secara konsisten bergerak untuk misi kemanusiaan.

“Ini adalah saudara-saudara kami. Jadi, kami harus turun. Masa, musibah seperti di meletus gunung Simabung di Sumut dan gunung Kelut di Jatim, banjir bandang di Manado dan beberapa daerah di Papua kami hadir, lalu di Asmat ini tidak hadir,” katanya.

 

BMC dengan moto menjangkau yang tak tejangkau, ungkap Bupati Jayawijaya itu, hadir ke Asmat dengan membawa “cinta dan kasih sayang”.

 

“Jadi bantuan yang kami bawa, bukan hanya dari internal BMC, tetapi ada beberapa lembaga pendonor seperti, HOPE World Wide, BCA, BCA Grop, Lion Internasional dan TNI. Dimana lembaga-lembaga ini menyalurkan bantuannya melalui BMC, untuk diserahkan kepada masyarakat di Asmat,” tuturnya.

 

Wempi Wetipo yang saat ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua itu mengaku, telah berbicara dengan pengurus BMC, untuk menyiapkan tim dokter yang saat ini masih melayani di daerah suku terasing, untuk turun ke Asmat.

 

“Jadi, saat ini  banyak dokter yang turun ke Asmat untuk merehabilitasi penyakit yang menimpa anak-anak disini. Saya berfikir bagaimana tim dokter kami, untuk nantinya siap turun ke Asmat, ketika para tim dokter kembali ke daerah mereka masing-masing,” ujarnya.

 

Wempi Wetipo yang baru pertama menginjakkan kakinya di daerah dengan julukan seribu papan itu, mengaku perjuangan pemerintah daerah di Asmat sungguh luar biasa membangun daerahnya dalam rangka mensejahterakan masyarakatnya.

 

“Saya seorang kepala daerah, jadi bisa merasakan apa yang dirasakan pemerintah disini. Ini daerah yang kesulitannya cukup tinggi, ditambah usia daerah yang sangat muda. Jadi, saran saya diluar sana tak perlu berbicara banyak tentang situasi disini, sebelum melihatnya secara langsung. Lebih baik, kita bersama-sama pemerintah dan tim yang ada disini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya.

 

Bupati Asmat, Elisa Kambu mengungkapkan, kehadiran   BMC dan LSM dengan memberikan bantuan ke Asmat, tentu sepatutnya mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

 

“Kehadiran mereka bukan hanya memberikan bantuan, melainkan memberikan suport yang luar biasa kepada kami. Ini artinyya kami tidak sendiri. Ini akan memberikan energi baru untuk kami tetap berjuang bersama-sama sebagai kewajiban, untuk meneruskan semua kepedulian dari teman-teman kepada mereka yang berhak menerima,” katanya singkat. (jrp/ab/Koran Harian Pagi Papua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here