Bakal Cabup Puncak Alus Murib Bantah Soal Dugaan Ijazah Palsu

0
57
Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si, saat berdialog dengan masyarakat di Distrik Sinak (Dikominfo Puncak )
Ilustrasi anak –
anak usia dini di Kabupaten Puncak , pentingnya pelayanan pemerintah, melihat masa depan anak – anak asli Papua.(Eveerth Joumilena/ Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bakal calon wakil bupati, Alus UK Murib dengan tegas membantah jika dirinya diduga menggunakan ijazah palsu ketika mendaftar sebagai peserta pilkada 2018 di KPU Kabupaten Puncak pada awal Januari.

 

“Saya mau klarifikasi soal dugaan ijazah palsu S1 sebagaimana beredar di media massa beberapa hari lalu. Hari ini ingin saya sampaikan bahwa hal itu tidak benar,” kata Alus UK Murib saat menggelar jumpa pers di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

 

Menurut dia, jumpa pers tersebut sengaja digelar untuk mengklarifikasi isu atau kabar yang sengaja digaungkan oleh kelompok tertentu hingga beredar diberbagai media massa, baik cetak maupun elektronik.

 

“Sebelum saya sampaikan lebih lanjut, saya ingin bersyukur kepada Tuhan, kalau saya salah, bohong, hari ini Tuhan bisa kutuk saya soal dugaan ijazah. Bahkan saya datangi kampus STIE Makasar guna menanyakan soal ijazah saya,” katanya.

 

Menurut Alus yang merupakan kader Partai Hanura, Kabupaten Puncak, isu dugaan ijazah palsu yang dihembuskan oleh pihak tertentu, ingin menjatuhkan nama baiknya, yang kini maju sebagai bakal calon wakil bupati Puncak, yang berpasangan dengan Wilem Wandik, sebagai bakal calon bupati.

Ilustrasi Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si, saat berdialog dengan masyarakat di Distrik Sinak (Dikominfo Puncak )

“Isu ini sengaja dibuat, karena ada pihak yang ingin ambil rekomendasi Partai Hanura dari saya sebagai Ketua Partai Hanura di Puncak. Sebenarnya, yang buang isu ini mereka tahu bahwa saya orang pertama di Sinak yang miliki ijazah sarjana,” katanya.

 

Terkait masalah ini, Alus mengatakan pihaknya sudah berencana untuk melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, karena sudah masuk pada ranah hukum, mencemarkan nama baik.

 

“Proses hukum jalan, ini pencemaran nama baik. Ada tim saya yang jalan. Pendukung saya di Ilaga, Puncak mendengar hal ini sangat marah, tapi saya sampaikan kepada mereka agar tidak ditanggapi. Ada proses yang lebih elegan,” katanya.

 

Menyikapi hal ini, Alus yang juga Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Puncak mengaku sudah bertemu dengan sejumlah dosen dan Ketua STIE Makasar terkait masalah ini.

 

“Dulu dosen saya yang mengajar, tapi kini dia sudah menjadi ketua kampus. Saya sudah bertemu mereka, dan mereka sayangkan isu yang beredar,” katanya tanpa menyebutkan nama dosen atau ketua kampus yang dimaksud.

 

Pada momentum ini, Alus mengimbau agar simpatisan dan pendukungnya di Kabupaten Puncak untuk tenang, tidak terpengaruh dengan isu murahan, yang ingin pecah belah kesatuan dan persatuan yang telah terbangun.

 

“Saya bersam pak Wilem Wandik imbau agar warga tidak cepat terprovokasi. Saya ajak agar semua pihak bersatu bersama kami membangun Puncak menuju kearah yang lebih baik lagi, jangan ada lagi kekerasan seperti beberapa tahun lalu,” kata Alus.

 

Secara terpisah, Ketua KPU Puncak, Manase Wandik yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku bersama sejumlah komisioner sedang berada di Jakarta untuk verifikasi faktual soal dukungan partai kepada para bakal pasangan calon bupati/wakil bupati.

 

“Soal isu atau dugaan ijazah palsu terhadap salah satu kandidat saya belum bisa jawab. Karena sekarang saya bersama rekan-rekan sedang di Jakarta, verifikasi faktual dukungan partai,” katanya.

 

Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak, Wilem Wandik-Alus UK Murib mendaftar sebagai peserta pilkada 2018 di KPU Puncak dengan menggunakan sembilan partai pengusung, diantaranya PDIP, Demokrat, Nasdem, PKS, Gerindra, Golkar, PKPI, PKB dan Hanura. (ant/nn/ Koran Harian Pagi Papua)