Tidak Benar di Pegubin  Ada KLB Campak dan Gizi Buruk

0
803
Bupati Costan Oktemka, didampingi Kapolres Pegubin, AKBP. Michael Mumbunan, S.IK., Perwira Penghubung TNI, Mayor Ardiansyah serta Wakil Bupati Pegubin, Decky Deal, S.IP., serta Kepala Bidang SDM Dinas Kesehatan Pegubin, Iriyanto Pawika, saat memberikan keterangan pers, di Abepura, Rabu (24/1/2018). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Personil TNI bersama Tim Kesehatan yang diturunkan langsung ke Kampung Pedam. (ISTIMEWA/ Pendam XVII/Cenderawasih)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –  Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Costan Oktemka, S.IP., mengatakan,  bahwa tidak benar adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sebutkan akibat  penyakit Campak dan Gizi Buruk, sebab dari gabungan tim TNI/Polri dan Pemerintah Kabupaten Pegubin di Kampung Petam,  telajh melihat langsung dan tidak ada kejadian tersebut.

“Jadi kami klarifikasi bahwa KLB Campak dan Gizi Buruk tidak terjadi, demikian apa yang diberitakan ternyata tidak benar, karena pihak Kepolisian TNI sudah langsung cek dan tidka kedapatan kasus tersebut,” ujar Bupati Costan Oktemka, didampingi Kapolres Pegubin, AKBP. Michael Mumbunan, S.IK., Perwira Penghubung TNI, Mayor Ardiansyah serta Wakil Bupati Pegubin, Decky Deal, S.IP., serta Kepala Bidang SDM Pegubin, Iriyanto Pawika,  saat memberikan keterangan pers, di Abepura, Rabu (24/1).

Dirinya menjelaskan, bahwa  apa yang disebutkan hingga menjadi berita yang besar adalah kejadian selama tahun 2017 dan semua punya data yang lengkap, jadi kematian tersebut adalah data tahun 2017 total dari bulan Januari – Desember.

Bupati Costan Oktemka, didampingi Kapolres Pegubin, AKBP. Michael Mumbunan, S.IK., Perwira Penghubung TNI, Mayor Ardiansyah serta Wakil Bupati Pegubin, Decky Deal, S.IP., serta Kepala Bidang SDM Dinas Kesehatan Pegubin, Iriyanto Pawika, saat memberikan keterangan pers, di Abepura, Rabu (24/1/2018). (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

“Data kematian tercatat baik di Kepala Kampung Pedam Distrik Okbab, jadi jelasnya disana tidak ada campak dan tidak ada gizi buruk yang membuat kematian warga dalam jumlah demikian,” kata Bupati, yang pernah menjadi Anggota Majelis Rakyat Papua ini.

Diakui, bahwa kematian memang ada, namun  karena berbagai penyakit lainnya, kalau kurang gizi itu pasti ada , karena ini kasus dimana saja di indonesia pasti terjadi, rata – rata di seluruh Papua, sedangkan banyak yang ditemukan adalah ISPA dan Diare, sehingga dalam kesempatan ini dipertegas, bahwa kejadian luar biasa dan kematian atau campakk dan gizi buruk , sama sekali tidak benar.

“Saya sampaikan terimakasih,, untuk semua pihak yang sudah menunjukan keprihatinan TNI/POLRI dan wali kota surabaya, ibu Risma dan semua bantuan sudah diperoleh dan sudah salurkan ke kampung Pedam, sebagai tempat yang diduga terjadi,” jelasnya.

Bupati berharap,   dengan  wilayah cukup luas dan tingkat kesulitan cukup luas,  sehingga  kepada pemerintah untuk perlu penambahan untuk dokter dan tenaga analis, dengan bidan  dan Sarpras yang memadahi.

“Terkait pemberitaan, kami berharap tidak terjadi dan dapat melakukan konfirmasi, sehingga mengecek  kebenaran kepada dinas yang bersangkutan, demikian kalaua dinas kesehatan provinsi atau dari mana saja, harus dikonfirmasi kepada pemerintah secara baik,” pintanya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kesehatan Pegubin, Iriyanto Pawika. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Sementara itu, Kepala Bidang  Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Kesehatan Pegubin, Iriyanto Pawika menjelaskan, bahwa 23 pasien anak dan 4 dewasa yg diberitakan di media sosial hingga  meninggal karena kasus : ispa, diare dehidrasi berat , gizi kurang  dari  bulan Januari – Desember 2017.

“Jadi tidak ada yang meninggal dalam jumlah 27 oranga dalam tahun 2018, karena yang ada hanya satu orang, yakni pada tanggal 21 Januari 2018, yakni  1 anak umur 3 tahun  jenis kelamin laki – laki. meninggal karena dehidrasi berat oleh karena diare, dan gizi kurang, asal dari Pedam dan Arkison Keduma,” jelasnya.

Ditegaskan, bahwa tidak ada yang meninggal karena campak atau gizi buruk, sebab kasus campak tahun  2017 sampai saat ini tidak ada, karena yang ada hanya Kasus gizi kurang kira – kira berjumlah dibawah 500 anak dan perlu cool chime,  sehinga bisa vaksin mandiri, termasuk Perlu Solar cell untuk listrik.

“Diakui pelayanan tetap diberikan kepada 277 kampung yang ada, walaupun harus diakui memiliki medan geografis dengan tingkat kesulitan yang tinggi, namun Dinas Kesehatan tetap melayani masyarakat,” tandasnya (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here