Kodam XVII/Cenderawasih Akui Tidak Terjadi KLB di Pegubin

0
657
Personial TNI bersama Tim Kesehatan yang diturunkan langsung ke Kampung Pedam. (ISTIMEWA /Pendam XVII/Cenderawasih)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih,  Kolonel Inf. Muhammad Aidi mengakui,  bahwa tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak atau Gizi Buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Kondisi anak – anak  umumnya kurang gizi dan  Letak rumah berjauhan, kondisi rumah yang tidak sehat, kurangnya makanan bergizi , faktor kebersihan diri, menimbulkan banyak penyakit, bahkan fasilitas kesehatan minimal dan jauh sehingga sulit mengakses pelayanan,” ujar  Kolonel Inf. Muhammad Aidi,  dalam keterangan yang diterima, Selasa (23/1/2018).

Dirinya menyarankan,  tidak diperlukan Satgaskes seperti di Asmat, akan tetapi perlu droping bahan makanan terutama beras, susu, pmt, baju layak pakai, selimut, obat – obtan dan vaksin.

TNI saat melayani masyarakat di Pegunungan Bintang. (ISTIMEWA)

“Bahkan  Perlu solar cell utk kelistrikan dan radio SSB utk komunikasi serta perlu relokasi penduduk yang dekat dengan fasilitas kesehatan (pustu) dan sekolah. Penduduk siap utk direlokasi, pemda siapkan lahan, bahkan kedepan cocok untuk  menjadi daerah program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD),” ungkap Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih,  Kolonel Inf. Muhammad Aidi, yang merangkum dari hasil pertemuan langsung dengan masyarakat Kampung Pedam.

Muhammad Aidi menjelaskan,  hal diatas adalah rangkuman dari  hasil pertemuan, yakni Setelah kasus KLB Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten  Asmat mendapat sorotan publik di media massa dan media sosial, tiba –  tiba muncul berita meninggalnya 27 anak2 di kampung Pedam akibat campak dan gizi buruk.

“Untuk mengkonfirmasi berita tersebut dan melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pedam serta mencegah perluasan KLB, maka Mabes TNI membentuk Tim Aju  Satgaskes Oksibil berkekuatan 8 personel utk berangkat dari Asmat ke Pedam,” jelasnya.

Sebanyak 8 personil, dpp Kol Kes dr Iwan Trihapsoro, SpKK, SpKP, Kabidum Puskes TNI didampingi Kapendam XVII/Cenderawasi berangkat dengan heli Mi-17 dari Lanud Jayapura , Sentani ke Pedam dengan waktu tempuh 1 jam 20 menit.

Di Lokasi tim dijemput oleh Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, Denkes, Dinkes Kab, RSUD, Ketua2  adat dan masyarakat yg ingin berobat. Pertemuan dan pelayanan kesehatan dilaksanakan di gedung sekolah SD Pedam.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Dantim Aju Satgaskes Oksibil Pedam,  dr Iwan Trihapsoro, SpKK, SpKP,  Kolonel Kes Nrp 512676,  Kabidum Puskes TNI.

TNI saat mengunjungi masyarakat di Pegunungan Bintang Kampung Pedam. (ISTIMEWA)

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Pegunungan  Bintang, Decky Deal, S.IP menuturkan, bahwa dalam segala keterbatasan, namun  Pemerintah berterimakasih atas bantuan TNI yang telah bertindak mendorong Pemda dan mendukung Alutaista alat angkut pesawat Heli, kami belum mendapatkan perhatian dari fihak manapun tapi Kodam XVII/Cenderawasi didukung TNI dari pusat langsung bertindak.

“Kami Siap menyediakan lahan untuk relokasi rakyat ke pusat  – pusat  pelayanan Sosial, sarana kesehatan, pendidikan, pasar, sarana ibadah, sarana dan sarana transportasi secara terpusat. Kesulitan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini,  karena mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang sangat jauh harus ditempuh berjam-jam bahkan berhari-hari antara satu tempat dengan tempat lainnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, Dr Banu bersama Dr. Lina dari  RSUD Oksibil. Keduanya suami isteri mengakui bersama Tim berangkat dari Oksibil ke Okbab dengan pesawat Pilatus AMA dilanjutkan jalan kaki selama 12 jam dikawal oleh anggota Koramil, berdasarkan informasi maka Persiapan campak tapi tidak ada kasus Campak. Cakupan pelayanan didapatkan ispa, diare, cacing, omsk, skabies.

Seorang Dokter yang langsung memeriksa kesehatan masyarakat di Kampung Pedam. (ISTIMEWA)

“Kebutuhan RSUD adalah distribusi ke lapangan,  di RSUD : Dokter  umum  ada 9 orang, spesialis anak, obgyn, penyakit dalam, anestesi, dengan kapasitas tempat tidur 10 dewasa, 10 anak. Perlu promosi kesehatan  tentang kebersihan, alat peraga, karena warga minim yang bisa baca tulis,” tuturnya.

 

Senada dengan itu, Lettu Ckm Irjayapur (Perawat Denkesyah 170402 waena) menegaskan, bahwa tidak dijumpai campak dan gizi buruk, karena kasus yang ada hanya ISPA, diare dengan  deahidrasi, penyakit kulit, sementara kebutuhan yang penting saat ini adalah obat sakit kulit, antibiotik umum, pmt, susu, beras dan lauk pauk.

Personil  Kesehatan TNI saat bersama masyarakat dalam sebuah diskusi. (ISTIMEWA)

“Kebutuhan dokter  umum sudah dicukupi dari RSUD Tenaga medis dari Oksibil, yakni  2 orang suami istri, dr Banu  dan  dr. Lina, 3 perawat, 2 ahli gizi,” tuturnya.

Diakui, Pegunungan Bintang kendala medan geografis, sebab antar dusun harus jalan kaki  dan kadang bisa berhari hari,  cuaca sering berawan, dingin (10-24 C), bahkan sarana transportasi melalui udara, dengan heli Mi 17, dengan  waktu tempuh dari Sentani ke Pedam 1.20’, Oksibil- Pedam 25’. Dengan jalan kaki Oksibil -Pedam 3 hari. (Eveerth Joumilena)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here