BTM Ancam Polisikan Bendahara Panpel Persipura

0
28
Suasana Dukungan Suporter Persipura, saat Persipura Kalahkan Persela 5 - 0 (LintasPapua.com)
Suasana Dukungan Suporter Persipura, saat Persipura Kalahkan Persela 5 – 0 (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Umum Persipura DR. Benhur Tomi Mano,  MM.,  mengancam akan melaporkan  bendahara Panitia Pelaksana Persipura ke polisi. Hal ini disampaikan langsung kepada awak media di Jayapura, Rabu (24/01/2018) kemarin.

 

Benhur Tomi Mano mengatakan, pihaknya telah memerintahkan bendahara panpel Persipura untuk  segera membuat laporan pertanggungjawaban. Namun hingga saat ini laporan tersebut belum ada.  “Bendahara nya lagi kabur saya akan melaporkan ke polisi agar bisa mempertanggung jawabkan semuanya.,” tegas BTM.

 

BTM menambahkan untuk musim kompetisi 2018 pihaknya akan merombak semua pengurus panpel Persipura. “Setelah kompetisi selesai,  paling tidak satu minggu  sudah harus membuat laporan.” jelasnya.

Kemeriahan Suporter Persipura di Lapangan Mandala, Kota Jayapura.. (Owen Yoka)

“Sekarang hasil setiap pertandingan kita langsung masukan ke Bank Papua sebagai penampung, Saya juga minta semua pegawai harus mempunyai kartu debet Persipura. Ini juga akan sangat membantu Persipura.  Masyarakat Kota yang mencintai Persipura kalau telah miliki kartu debet Persipura itu sudah luar biasa untuk mendukung Persipura,” ucapnya.

Sementara ditanya terkait animo penonton yang menurun, kata BTM erat kaitannya dengan penampilan tim Persipura  di lapangan. Kalau menang pasti orang akan senang dan datang untuk memberikan suport di Mandala, kalau kita kalah-kalah ya animo penonton juga ikut turun. Namun hal lain yang ikut mempengaruhi adalah pertandingan yang digelar seringkali bertepatan dengan jam kantor.

Ketua Umum Persipura, DR. Benhur Tomi Mano, MM. saat diwawancara. (Geis)

“Saya lihat kalau hari Sabtu dan Minggu itu penonton padat. Saya sudah menyurat ke PSSI kalau boleh hari Minggu tidak boleh  ada pertandingan di Mandala. Namun semua  tergantung keputusan dan jadwal yang nanti ditetapan. Sebaiknya pertandingan digelar  Sabtu, Kamis dan Senin. Hari minggu saya bilang tidak boleh ada pertandingan,” jelasnya. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)