Soal KLB Campak dan Gizi Buruk,  Presiden Panggil Gubernur, Bupati Asmat, Nduga dan Pegubin  

0
9
Penyakit Campak dan Kekuragan Gizi di Kabupaten Asmat. (ISTIMEWA)
Bupati Asmat, Elisa Kambu bersama Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)

ASMAT (LINTAS PAPUA) –  Bupati Asmat, Elisa Kambu mendadak dipanggil untuk bertemu Presiden RI, Ir  Joko Widodo di Istana Negara, Bogor, Selasa (23/1) malam ini. 

Hal itu disampaikan Bupati Asmat, Elisa Kambu di sela-sela rapat evaluasi penanganan KLB campak dan gizi buruk bersama tim penanggulangan yang berlangsung di Posko Induk, Aula Kesbangpol Asmat, Senin (22/1) malam.

“Saya diminta presiden bahwa besok saya harus menghadap jadi, saya perlu dukungan dari Satgas ini kita sama-sama,” kata Elisa Kambu.

Bahkan, staff kepresidenan memintanya untuk berangkat malam, namun ia tidak bisa lantaran di Asmat tidak ada pesawat langsung.

Kapolda Papua saat memberikan bantuan kepada Bupati Asmat.

“Saya dengan Bupati Nduga, Pegunungan Bintang dan pak Gubernur menghadap presiden. Saya minta untuk teman-teman bantu menyiapkan data itu,” ujarnya.

Ia meminta dukungan satgas penanggulangan KLB campak dan gizi buruk berkaitan dengan data dan yang sudah dikerjakan pasca KLB campak dan gizi buruk.

“Ya, perlu data termasuk hasil yang sudah kita capai, saya harap jangan sampai nanti informasi kita berbeda dengan yang disampaikan oleh Satgas. Ini untuk pemahaman kita bersama,” katanya.

Tampak aparat TNI saat membantu warga Asmat. (ISTIMEWA)

Untuk itu, dalam rapat evaluasi itu, Bupati Elisa Kambu meminta hasil evaluasi dari semua tim yang membantu mengatasi KLB campak dan gizi buruk tersebut, baik dari TNI, Polri dan Pemkab Asmat, termasuk dari tim Kementerian  Kesehatan dan lainnya, sehingga harus sinkron datanya.

“Ya, ini supaya sinkron karena harus ketemu dengan Presiden. Sebagai bahan informasi untuk laporan kepada Presiden,” jelasnya.

Bupati Elisa Kambu, saat rapat memimpin rapat  bersama OPD Pemerintah Kabupaten Asmat, guna penanggulangan bencana yang terjadi. (ISTIMEWA)

Yang jelas, kata Bupati Elisa Kambu pihaknya membutuhkan data yang lengkap untuk laporan kepada presiden, termasuk kondisi pasien, penanganan pasien dan kondisi terakhir harus disampaikan.

“Persiapan menghadap Presiden ini, saya minta pak sekda untuk koordinir teman-teman Satgas, agar bisa menyajikan laporan dari awal kejadian sampai penanganan disiapkan secara baik, kronologisnya terus dianggap menjadi KLB,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Bupati Elisa Kambu, juga penanganan dan langkah-langkah yang dilakukan, hasil yang dicapai, termasuk data korban yang meninggal atau masih menjalani perawatan.

Pemerintah Kabupaten Asmat, juga langsung menangani masalah yang terjadI, dengan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana. (ISTIEWA)

“Itu penanganan sisi medis sendiri, juga dari logistik yang sudah masuk. Jangan besok kita informasi ke presiden, yang lain komplain lagi. Ini harus dapat dan dipastikan, logistik datang dari berbagai sumber, sehingga bisa terdata semua dengan jenis dan yang sudah didistribusikan dan yang belum,” imbuhnya.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe membenarkan pemanggilan sejulah bupati oleh Presiden Jokowi yakni Bupati Asmat, Nduga dan Pegunungan Bintang.

“Presiden Jokowi ingin mendengar langsung penjelasan dari Bupati Asmat tetapi juga nantinya akan ada Bupati Nduga yang pada beberapa waktu lalu mengalami kasus serupa, yakni puluhan anak meninggal akibat gizi buruk dan wabah campak” kata Lukas.

Kata Lukas Enembe, yang pasti pihaknya akan bersama mereka menghadap Presiden, dimana pertemuannya di Istana Bogor.

Pemerintah Kabupaten Asmat langsung tanggap dengan kondisi yang terjadi. Tampak Seorang Ibu dengan balita yang digendongnya, membutuhkan gizi yang lebih. (ISTIMEWA)

Lukas menambahkan, akan menjelaskan kepada Presiden, bahwa kebijakan anggaran sudah sangat mencukupi diserahkan kepada Pemda Asmat bahkan seluruh kabupaten. Hanya saja, kondisi daerah yang mungkin perlu harus disampaikan juga. Sebab kasus serupa juga terjadi di Yahukimo, Nduga, Deiyai, Dogiyai, dan Pegunungan Bintang.

“Sehingga melalui pertemuan ini saya harap ada solusi terbaik sehingga kejadian serupa tak lagi terulang,” harap dia.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mempertanyakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Kabupaten Asmat dalam beberapa tahun terakhir.

Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Erwin)

Pernyataan itu merujuk pada Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di kabupaten itu, beberapa pekan lalu hingga menyebabkan puluhan anak dilaporkan meninggal dunia.

“Di Asmat ini selalu WTP terus dari tahun ke tahun. Tapi kerjanya apa, (berhasil meraih opini) WTP kok bisa (terjadi KLB campak dan gizi buruk) begitu. (Mestinya jika meraih) laporan WTP dari BPK RI, berarti semua harus berjalan bagus termasuk penanganan bidang kesehatan,” terangnya.(bat/win/ab / Koran Harian Pagi Papua)