Tim Dinkes Papua Validasi Data Kematian Warga Asmat

0
504
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., saat diwawancara. (ISTIMEWA)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., saat diwawancara. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Tim bentukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang dikirim ke Kabupaten Asmat saat ini melakukan validasi data terkait warga Asmat yang meninggal, karena wabah campak dan gizi buruk.

Kepala Dinas Keseharan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes.,  mengatakan tim dari Dinkes Papua sedang melakukan validasi data terkait kondisi riil di lapangan, berapa warga Asmat yang meninggal karena wabah campak dan gizi buruk.

“Perlu validasi data kematian warga karena di beberapa media nasional menyebutkan bahwa sebanyak 61 anak di Asmat meninggal karena wabah campak dan gizi buruk,” ujar Kepala Dinas Keseharan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., saat diwawancara, Senin (22/1/2018) sore.

Aloysius menyebutkan, ada kriteria kematian, dan standar operasional, prosedur dikatakan orang meninggal juga ada.

“Kematian warga Asmat tidak bisa didengar dari isu atau kata orang,” ujar mantan Direktur RSUD Abepura itu.

Namun, menurutnya, data yang perlu dicek yakni nama, umur, jenis kelamin, riwayat penyakit/menderita penyakit apa.

Selanjutnya, nama orang tua, serta nama kampung dan alamat orang yang meninggal.

“Kalau itu tidak jelas berarti tidak bisa kita katakan data kematian itu benar. Jadi tim saya itu melakukan validasi data terkait nama dan alamat mereka yang meninggal kemudian kapan mereka meninggal,” ujarnya.

“Saya juga minta tim untuk melihat kuburan dari warga yang meninggal, jangan sampai disatu kuburan ada dua orang, kemudian dia sudah lama meninggal,” katanya lagi.

Lanjut dia, ataukah karena kematian massal sehingga lebih dari dua orang dikuburkan dalam satu kuburan.

“Jangan sampai kuburannya hanya 20 tapi kita ekspos di media ada 40 warga yang meninggal,” ujarnya.

Mantan kepala puskesmas koya ini menambahkan, data yang diperoleh akan dibandingkan, apakah sesuai dengan yang dipublilasikan di media atau justru menurut validasi jumlahnya melebihi. (ant/lea/Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here