Generasi Festoval Tanah Merah (Anike Fonataba Facebook)

Termasuk Tiga Hajatan Festival Danau Sentani, Teluk Tanah Merah dan Festival Lembah Grime Nawa

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Kearifan lokal seperti budaya dan juga potensi wisata berupa keindahan alam di KabupatenJayapura 

menjadi suatu komoditas yang harus gencar dipromosikan. Sehingga bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD) dan juga sebagai pendapatan ekonomi bagi masyarakat adat itu sendiri.

FESTIVAL DANAU SENTANI. (Foto Ida Cesillia‎ Facebook)

Demikian di sampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, Selasa  (23/1/2018) kepada media ini di Aula Lantai Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Untuk itu, Bupati Mathius meminta perlunya pelestarian budaya. Sebab kebudayaan tidak akan pernah berakhir dan kebudayaan juga tidak akan pernah statis. Tetapi kebudayaan terus akan berkembang dan di poles sesuai dengan perkembangan kemajuan dan kebudayaan.

Festival Danau Sentani (Foto David Maturbongs‎ Facebook)

Melestarikan budaya dan keindahan alam, lanjut bupati,  menjadi suatu komoditas andalan di dunia kepariwisaan dan ekonomi kreatif. Badai krisis ekonomi yang melanda banyak daerah akan dibendung dengan menjual keindahan alam.

Untuk itu, masyarakat adat didorong untuk bangkit dalam mengelola dan pembangun potensi sumber daya alam yang ada sehingga badai krisis ekonomi yang sering melanda dapat dibendung serta bertahan terus dalam perkembangan enonomi, sosial maupun politik.

FESTIVAL DANAU SENTANI (Foto Amazing Papua Facebook)

“Selama ini masyarakat adat ada tetapi tidak diberikan ruang oleh negara, oleh pemerintah dalam sistim pembangunan yang berlangsung karean itu ajang promosi budaya dan potensi wisata tentang jati diri dan keberadaan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura hendak mendapat perhatian,”  katanya.

Mathius menyebutkan,  kekayaan dan keindahan Danau Sentani, Teluk tanah merah, Dataran Grime Nawa menyimpan potensi alam dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat adat itu juga akan dipromosikan sehingga kebangkitan masyarakat adat dapat dipromisokan kepada dunia luar.

FESTIVAL LEMBAH GRIME NAWA (Foto Ferdi Facebook)

Dikatakan, Kabupaten Jayapura memiliki tiga hajatan monumental yakni Festival Danau Sentani, Festival Bahari Tanah Merah dan Festival Lembah Grime Nawa yang dalam pelaksanaannya tidak bisa dipisahkan masing-masing karena isi daripada festival adalah bagaimana masyarat mempersembahkan kebudayaan dan adat istiadat berupa tari-tarian.

FESTIVAL TELUK TANAH MERAH (Foto Edwin Yepese Facebook)

“Masyarakat adat di Kabupaten Jayapura masih ada dan eksis karena itu perlu ada pengakuan dan penguatan kapasitas untuk kami bisa bertanggungjawab untuk mengeloladan menata kehidupan bermasyarakat kami guna menunjang pembangunan kedepan,” tandasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)