Kodam XVII/Cenderawasih Kirim Bantuan Pegubin

0
50

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Kodam XVII/Cenderawasih melakukan tanggap bencana dengan mengirimkan tim kesehatan dan obat-obatan ke Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Oksibil.

“Bantuan ini dikirim Senin pagi ini ke Oksibil, dari sana baru dilanjutkan ke kampung Okbab, ” ujar Komandan Korem 172/PWY, Kol. Inf. Boni C. Pardede di base ops Lanud Sentani.  Senin (22/1/2018).

 

Danrem menjelaskan bantuan tersebut dikirim menggunakan Helikopter MI-17 registrasi HA-5142 milik TNI AD.

“Rencananya hari ini heli TNI AD akan melakukan dua kali penerbangan ke Distrik Okbab. Satu penerbangan diantaranya dari Oksibil yang akan mengangkut Forkompinda Pegunungan Bintang yang akan melihat langsung kondisi masyarakat yang mengalami wabah di distrik Okbab,” bebernya.

Sebelumnya, Tim kesehatan dari TNI bersama Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang sudah berada di Kampung Pedam, Distrik Okbab sejak Sabtu (20/1) lalu.

Dari komunikasi melalui Radio SSB, salah seorang anggota tim, dr Lina melaporkan hasil pemeriksaan terhadap warga di Kampung Pedam ditemukan kasus gizi buruk dan diare dehidrasi berat dan komplikasi pada bayi serta balita.

Danrem menegaskan, pihaknya saat ini fokus untuk melakukan pemeriksaan dan mengobati warga yang terkena wabah diare dan gizi buruk. Untuk kegiatan itu, pihaknya mengirim obat-obatan berupa vaksin, MP Asi dan Cairan RL.

Menurut Danrem, pihaknya sudah menempatkan 2 tenaga kesehatan di distrik Okbab, dan rencananya akan ditambahkan 6 personel lagi.

“Kami sudah mendorong personil dari Koramil Oksibil bergabung dengan tim penanggulangan dari Dinkes Pegunungan Bintang. Juga dari Koramil Okbab sudah didorong ke sana. Besok tim kesehatan dari Mabes TNI juga akan dikirim ke distrik Okbab,” ujarnya.

Sementara itu tim kesehatan yang diberangkatkan Sabtu lalu baru tiba Minggu malam setelah berjalan kaki menuju lokasi. “Lokasi cukup jauh dan sudah dua hari disana hujan deras, ” ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya Tim Kesehatan dipimpin oleh Kabid P2P, Hubertus terdiri dari 2 orang dokter, 4 orang perawat, 2 Orang ahli gizi dan dikawal oleh 12 orang anggota TNI dari Koramil 1702-01/Oxibil sudah berangkat menuju lokasi.

“Disana mereka akan mendatangi rumah ke rumah untuk melakukan pendataa. Dan saat ini ada 25 orang balita meninggal dunia, diduga karena gizi buruk dan diare,” tandasnya. (Lea /Koran Harian Pagi Papua)