Pemkab Jayapura Respon Positif Pemberdayaan Masyarakat di 19 Kampung KB

0
363
KEINDAHAN KAMPUNG PASIR PUTIH MEUKISI. (Eveerth Joumilena)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk&KB) akan fokus pada peningkatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Kampung KB pada tahun 2018 ini. Sebelumnya sudah fokus pada pembangunan fisik, juga pembentukan Kampung KB di beberapa kampung yang ada di Kabupaten Jayapura.

 

“Kebetulan di tahun 2018 ini, kita dapat tambahan dana kurang lebih sekitar Rp 4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi, saya sdau bagi di dua bidang yang ada di Disdalduk&KB, yakni Bidang KB dan Kesejahteraan Keluarga. Fokus kita masih di masyarakat, ya bagaimana kita meningkatkan pemberdayaan masyarakat di kawasan Kampung KB,”  ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadisdalduk&KB) Kabupaten Jayapura, Arry R. Deda, S.T., M.T., ketika di konfirmas di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018) siang.

Untuk jumlah Kampung KB di Kabupaten Jayapura, tambah Arry Deda, sudah di bentuk sebanyak 19 Kampung KB sejak tahun 2017 lalu.

Karena Pada tahun 2017 lalu, Arry Deda mengakui,  bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi, kemudian membentuk Kampung KB dan terakhir adalah membangun Balai Kampung KB.
Jadi tahun 2018 ini, sekarang kapasitas yang ada di dalam balai-balai itu yang kita mau lengkapi dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk masuk di balai tersebut. Kemudian, kita akan melakukan pelayanan-pelayanan ke masyarakat dengan mengerahkan kader atau petugas lapangan (PL) KB, imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Jayapura ini menuturkan, pemberdayaan manusia di Kampung KB akan berjalan sesuai harapan, karena seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada ini saling bersinergi.

“Seluruh OPD atau dinas mau bersinergi, mau saling bekerja sama. Oleh karena itu, ke depan kami akan fokus pada pembangunan keluarga, pemberdayaan manusianya. Apalagi di Kabupaten Jayapura masih marak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena faktor suami yang masih sering mengonsumi minuman keras (Miras),” demikian kata Arry R. Deda.  (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here