Manfaatkan Layanan SMS untuk Respon Cepat KLB

0
379
Kepala Dinkes Papua Aloysius Giyai bersama Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Aaron Rumainum. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)
Kepala Dinkes Papua Aloysius Giyai bersama Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dr Aaron Rumainum. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua melalui Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) meminta Dinkes Kabupaten Asmat segera menjalankan sistem kewaspadaan dini atau melakukan aktifitas sistem intelijen, dan respon cepat dalam melaporkan penyakit Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui Short Message Service (SMS).

 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Papua, dr Aaron Rumainum kepada wartawan,  Jumat (19/1/2018).

 

Aaron menjelaskan aktivitas sistem inteligen atau sistem kewaspadaan dini adalah aplikasi dari pusat ke puskesmas, dan tentunya laporan yang disampaikan langsung masuk ke pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi hingga ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

“Saya berharap semua puskesmas di Kabupaten Asmat agar dapat menjalankan sistem tersebut, termasuk empat kabupaten lainnya. Karena sistem pelaporannya melalui sms sangat cepat terkait 23 penyakit yang berpotensi terjadi wabah atau KLB,” ucap Aaron kepada HPP di Kantor Dinkes Provinsi Papua, Jumat (19/1).

 

Aaron juga menekankan soal pengadaan dokter di puskesmas-puskesmas, termasuk tenaga gizi, tenaga kesehatan tetap dan juga pegadaan tenaga bidan dan perawat. Diharapkannya, pengadaan tenaga kesehatan tersebut harus sampai ke puskesmas pembantu di lima kampung  Korowai Asmat, yaitu Kampung Baigon, Ayak, Nagatun, Mabul dan Sipanap.

 

“Namun bukan hanya Asmat saja yang harus menjalankan sistem kewaspadaan dini dan pengadaan tenaga kesehatan, tetapi juga di 14 kabupaten lainnya, Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Mamberamo Tengah. Kemudian Kabupaten Mamberamo Raya, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo, Asmat, Waropen, dan Kabupaten Nduga,” pungkasnya (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here