Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pembunuhan di Furia Kotaraja

0
1116
Kabid Humas Polda Papua dan Kasubdit III Jatanras didampingi Kapolsek Abepura ketika menunjukan barang bukti hasil perampokan yang dilakukan tiga pelaku. (Roy / Koran Harian Pagi Papua)
Tiga Pelaku Pembunuhan yang kini telah ditangkap polisi. (istimewa/tribrata)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Polres Jayapura – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Bersama – sama dengan Unit Reskrim Polsek Abepura serta Sat Reskrim Polres Jayapura Kota yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Kompol Awaluddin Amin, S.Ik, telah melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku pencurian dengan kekerasan, Jumat (19/01/2018).

 

Korban diketahui meninggal dunia AW (60) di rumah korban yang berada di jalan furia kotaraja.

Penangkapan berawal pada pukul 22.00 wit tim gabungan Subdit III Jatanras Polda Papua bersama Unit Reskrim Polsekta Abepura dan Sat Reskrim Polres Jayapura Kota, menuju terminal penumpang Pelabuhan Jayapura guna melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku.

Pukul 23.00 wit pelaku yang berinisal AFA (18) salah satu pelaku ditangkap dan diamankan di Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura, pelaku selanjutnya berinisial JO (20) ditangkap di terminal penumpang pelabuhan Jayapura sedangkan pelaku terakhir berinisial MI (32) ditangkap di terminal penumpang pelabuhan Jayapura.

Dari hasil penyelidikan polisi mendapati barang bukti berupa 1 buah tas tenteng berisi pakaian, 1 buah tas rinjani berisi pakaian, 2 buah kantong kresek berisi pakaian dan bekal berangkat dan uang sisa hasil penjualan perhiasan yang dirampok sebesar Rp. 40.000,-.

Kabid Humas Polda Papua dan Kasubdit III Jatanras didampingi Kapolsek Abepura ketika menunjukan barang bukti hasil perampokan yang dilakukan tiga pelaku. (Roy / Koran Harian Pagi Papua)

Dari pengakuan salah satu pelaku yang diamankan MI menerangkan bahwa yang melakukan pembunuhan adalah dirinya dan dibantu oleh 2 pelaku lainnya yang kemudian mengambil barang – barang milik korban berupa emas seberat 100 gram, hp 1unit milik korban, motor-kunci motor, 1 jilbab, 1 selendang batik.

Kejadian berawal saat datang 3 orang laki – laki ke rumah korban bertujuan untuk mengontrak rumah. Setelah terjadi kesepakatan antara korban dengan ketiga orang tersebut mengenai harga kontrak rumah, kemudian ketiga orang tersebut pergi meninggalkan rumah korban.

Korban sempat bercerita kepada saksi S bahwa ada tiga orang ingin mengontrak rumah dan korban sudah menjelaskan kepada tiga orang tersebut tentang besarnya biaya kontrak rumah milik korban sebesar Rp 50.000.000 dan ketiga orang tersebut menyetujui harga dimaksud dan mengatakan akan kembali sebentar dengan membawa uang sebesar Rp 50.000.000.

Setelah menceritakan kepada saksi S, korban masuk kedalam rumah sedangkan saksi S masih melanjutkan usaha sampingnya memotong rambut disebelah rumah korban. Pukul 21.30 WIT, saksi menutup usaha potong rambutnya dan kembali ke rumah, namun sebelum kembali ke rumah saksi melihat pintu rumah korban masih dalam keadaan terbuka.

Keesokan harinya warga sekitar yang curiga mendatangi rumah korban dan melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup dan tangan diikat dibelakang, mendapati hal tersebut pelapor langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek Abepura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (tribrata/ej)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here