Pelantikan Pengurus KONI Papua,  Gubernur  Minta Hentikan Kebiasaan Beli Atlet

0
58
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, melantik Pengurus KONI Papua periode 2017 – 2021, Kamis, di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, melantik Pengurus KONI Papua periode 2017 – 2021, Kamis, di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Gubernur Papua, Lukas Enembe mengingatkan, kepada seluruh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua agar mulai menghentikan kebiasaan membeli atlet dalam iven Pekan Olahraga Nasional (PON).

KONI sebagai rumah bagi cabang-cabang prestasi olahraga memiliki tanggung jawab menciptakan atlet Papua, agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, pada PON XX 2020 mendatang, KONI Papua wajib menyiapkan atlet asli Papua untuk berlaga dalam iven empat tahunan itu.

“Pengalaman dari PON XIX di Jawa Barat kemarin, Papua hanya membawa lima atlet orang asli Papua. Sebagian besar kita beli dari luar daerah (Papua)”.

Ilustrasi Suasana Latihan Para Atlet dari FORKI Kota Jayapura. (istimewa)

“Karena itu, saya minta pengurus KONI untuk berusaha dan bagaimana mengupayakan serta menyiapkan atlet tangguh untuk hadapi PON 2020. Termasuk dalam iven internasional lainnya,” terang Gubernur Lukas, diela-sela pelantikan pengurus KONI Papua periode 2017 – 2021, Kamis (18/1/2018) di Jayapura.

Dia juga mengingatkan kepada pengurus KONI yang ada, agar berfungsi sesuai dengan tupoksi yang dipercayakan. Sebab KONI Papua memiliki target besar kedepan, yang mana selain menjadi, tetapi wajib memliki atlet tangguh.

“Semua harus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tak boleh lagi ada rangkap jabatan karena semuanya sudah jelas. Apalagi tugas kita berat dan tinggal 2 tahun 8 bulan lagi”.

Ilustrasi Sejumlah Atlet Papua perahi prestasi emas di PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat . (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

“Makanya, saya perintahkan semua pengurus tidak boleh jalan santai, tapi mulai hari ini bekerja lebih cepat mengejar cita-cita melahirkan prestasi dari tangan kita sendiri. Yang jelas anak Papua jangan dibiarkan berdiri sendiri dan jadi penonton. Mereka harus dilatih jadi atlet andal,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, Lukas merasa heran semakin cepat perubahan teknologi di Papua, prestasi maupu olahraga Papua semakin mundur. Dilain pihak, semakin besar dana yang turun ke Papua, prestasi pun semakin memudar.

“Padahal dulu kita pernah ada atlet Papua seperti Lisa Rumbewas yang mewakili Indonesia di ajang internasional. Kemudian Carol Renwarin yang didaulat menjadi pelatih tinju Indonesia untuk ajang serupa”.

“Sayangnya kini atlet baru berpretasi dari Papua belum muncul, padahal kita saat ini punya uang banyak. Apakah mungkin kita tidak sungguh – sungguh membimbing mereka ataukah mereka tidak berlatih? Ini yang mesti kita jawab bersama dengan menyediakan atlet terbaik dari Papua di PON 2020 mendatang serta tak sibuk membawa proyek,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman berharap para pengurus yang baru dilantik mampu membawa kemajuan dan prestasi olahraga yang besar bagi tanah Papua, serta mampu mempersiapkan atlit secara baik dalam rangka menghadapi PON XX 2020.

Salah satu atlet Papua, Abraham Elopere, menerima medali emas pada Kejurnas Paralimpik 2017, di Bandung Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (istimewa)

Dirinya pun mengingatkan pengurus agar dalam menghadapi PON XX 2020, menyiapkan tiga hal pokok, yakni sukses infrastruktur, sukses pelaksanaan dan sukses prestasi yang membanggakan.

“Karena itu, saya pesan agar antara pengurus KONI di pusat dan daerah harus ada komunikasi yang intens. Sehingga persiapan pelaksanaan PON XX 2020 bisa berjalan dan rampung secara maksimal,” pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)