Peduli Asmat, Relawan JOSUA Aksi Teatrikal untuk Kumpul Dana

0
508
Aksi teatrikal dari relawan JOSUA (JWW-HMS) untuk peduli kemanusiaan Asmat yang menderita kekurangan gizi dan campak. (Roy / Koran Harian Pagi Papua)
Aksi teatrikal dari relawan JOSUA (JWW-HMS) untuk peduli kemanusiaan Asmat yang menderita kekurangan gizi dan campak. (Roy / Koran Harian Pagi Papua)

Kumpulkan dana sukarela sehari dapat Rp 33.843.400

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Relawan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA), bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, menggelar aksi teatrical di jalan raya, dalam rangka kepedulian mereka terhadap masyarakat di Kabupaten Asmat yang saat ini terserang wabah campak dan gizi buruk.

 

Aksi tersebut dibarengi dengan mengumpulkan dana sukarela dari masyarakat untuk diberikan kepada saudaranya di Asmat yang kini menderita gizi buruk dan penyakit  campak.

Aksi teatrikal di Lampu Merah Jalan Raya Abepura yang dilaksanakan, Jumat (19/1) sore itu dilakukan guna mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk diserahkan kepada korban wabah penyakit di Asmat melalui Yayasan Baliem Mission Center (BMC).

 

Dari pantauan media, aksi kepedulian yang dilakukan Relawan JOSUA digelar di lima titik di Kota Jayapura dan aksi ini dilaksanakan serentak di 28 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua.

 

Koordinator Aksi Peduli Asmat Relawan JOSUA, Riko F Walubun mengungkapkan, aksi dilakukan secara spontan oleh teman-teman relawan di seluruh daerah di Papua, guna membantu masyarakat di Asmat.

“Kami selalu memantau kondisi di Asmat, pasca media memblow up ke publik apa yang terjadi disana. Lalu, akhirnya kami sepakat untuk mencari donasi melalui aksi turun ke jalan. Nanti, uang yang terkumpul akan kami serahkan ke Yayasan BMC, untuk disalurkan ke masyarakat Asmat yang membutuhkannya,” paparnya.

 

Riko menambahkan, teatrical yang dilakukan anak-anak comunitas dancer di Kota Jayapura, adalah sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban campak dan gizi buruk yang dialami anak-anak tak berdosa.

 

“Teatrical ini juga tidak terencana. Ketika kita mau turun ke jalan, mereka meminta bergabung dan menyumbangkan kemampuan seni mereka untuk di tampilkan dalam mencari donasi,” paparnya.

 

Penari teatrical, Abu Grey Loububun menerangkan, adapun makna teatrical yang ditampilkan, merupakan bentuk kondisi masyarakat di Kabupaten Asmat, yang berjuang hidup atas penyakit yang menyerang mereka.

 

“Kita prihatin dengan kondisi ini. Karena Papua dengan sumber daya alam yang berlimpah, harusnya memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas. Kita berdoa, semoga kondisi di Asmat segera teratasi,” paparnya.

Sebatas diketahui aksi kumpul dana yang terekap untuk sementara senilai Rp 33.843.400, yakni diantaranya dikumpulkan dari Sentani Rp 2.807.000, Expo Waena Rp 2.114.000, Abepura Rp 6.862.000, Lampu Merah Dok 2 Rp 18.334.000 dan Taman Imbi Rp 3.717.400.

 

Sementara itu Koordinator Penggalangan Dana Peduli Asmat, untuk di Lampu Merah Dok II, Niko Imbiri mengakui jika aksi turun jalan untuk penggalangan dana itu, lantaran kepedulian terhadap anak-anak Asmat yang meninggal dunia akibat gizi buruk dan penyakit campak.

“Ini kepedulian relawan saja, sekaligus mengajak masyarakat turut peduli dengan kejadian di Asmat tersebut, agar mereka sehat,” kata Niko Imbiri.

Mestinya, ujar Niko Imbiri, pemerintah juga harus cepat tanggap dengan kejadian luar biasa di Kabupaten Asmat tersebut, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Apalagi, Niko Imbiri menambahkan, jika masalah gizi buruk ini tentu akan mempengaruhi generasi Papua mendatang. Jadi, kecerdasan itu dipengaruhi oleh kesahatan, jika gizi buruk bisa berdampak kepada kecerdasan generasi penerus, sehingga harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

“Ini harus diperhatikan agar ke depan anak-anak bisa sehat dan cerdas,” imbuhnya.(jrp/bat/ab/ Koran Harian Pagi Papua)

 

 

 

2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here