Pelaku Sejarah Pertempuran Laut Aru Diberikan Bantuan Sosial

0
132
Penyerahan bantuan sosial berupa tali sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut kepada mantan ABK KRI Macan Tutul, pelaku sejarah pertempuran Laut Aru yang diserahkan oleh Komandan Lantamal X Kolonel Marinir Ipung Purwadi pada tanggal 15 Januari 2018 di Lanal Biak. Hadir pada acara tersebut Komandan Lanal Biak Kolonel Marinir Daniel Kreuta. Semoga menjadi berkat dan sukacita bagi NKRI. (ISTIMEWA)
Penyerahan bantuan sosial berupa tali sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut kepada mantan ABK KRI Macan Tutul, pelaku sejarah pertempuran Laut Aru yang diserahkan oleh Komandan Lantamal X Kolonel Marinir Ipung Purwadi, pada tanggal 15 Januari 2018 di Lanal Biak. Hadir pada acara tersebut Komandan Lanal Biak Kolonel Marinir Daniel Kreuta. Semoga menjadi berkat dan sukacita bagi NKRI. (ISTIMEWA)

BIAK (LINTAS PAPUA)  –  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi memberi dana bantuan sosial (bansos) kepada Junias Rapamy (80), pelaku sejarah yang terlibat pertempuran bersama KRI Macan Tutul melawan Belanda di Laut Aru 56 tahun silam.

Dana bansos itu diserahkan Komandan Pangkalan Utama AL (Danlantamal) X Jayapura, Kolonel Marinir Ipung Purwadi, di Mako Lanal Biak, di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Senin.

Kolonel Ipung mengatakan bantuan tali asih itu merupakan wujud nyata penghargaan yang diberikan jajaran TNI AL atas pengorbanan pelaku sejarah pertempuran KRI Macan Tutul yang masih hidup di Kabupaten Biak Numfor.

“Pemberian bantuan ini sebagai ungkapan terima kasih prajurit TNI AL atas perjuangan heroik pelaku pertempuran di Laut Aru yang masih hidup hingga saat ini,” ujarnya selepas rehat pemberian bantuan tali asih KSAL itu.

Ia mengakui setiap prajurit TNI AL tidak dapat melupakan pertempuran Laut Aru karena merupakan peristiwa sejarah saat melawan Belanda.

Pertempuran di Laut Aru pada 15 Januari 1962, dan menurut Kolonel Ipung, kapal perang milik TNI AL yakni KRI Macan Tutul, KRI Harimau, dan KRI Macam Kumbang, melawan kecanggihan kapal Belanda di Laut Aru.

“Komodor Yos Sudarso selaku Deputi KASAL on board waktu itu gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa bersama puluhan anak buahnya. Hari ini jajaran TNI AL mengenang sejarah pertempuran Aru yang penuh horoisme perlu menjadi teladan bagi setiap prajurit TN AL,” ujar penerima bintang Adi Makayasa lulusan AAL 1990 itu.

Sedangkan pelaku sejarah pertempuran laut Aru Junias Rapamy menyampaikan terima kasih kepada KSAL Laksamana Ade Supandi yang sudah memberikan bantua tali asih sebagai bentuk nyata kepedulian TNI AL kepadanya.

“Saya sangat terharu dengan perhatian KSAL melalui Danlamantal X Jayapura Kolonel Marinir Ipung Purwadi dan Danlanal Biak Kolonel Daniel Kreuta,” kata Junias Rapamy seusai penyerahan tali asih di Mako Lanal.

Penyerahan tali asih itu merupakan bagian dari rangkaian upacara peringatan Hari Dharma Samudera di jajaran Pangkalan TNI AL Biak yang dipimpin Komandan Lanal Kolonel Marinir Daniel Kreuta. (ant/ej/ Koran Harian Pagi Papua)