Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Petrus Pasereng. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua pada tahun ini akan mengadakan 500 induk sapi untuk dikembangkan serta dijual kepada masyarakat dengan harga dibawah standar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Petrus Pasereng, di Jayapura, Kamis (18/1) petang, saat diwawancara pers.

Dia katakan, pengadaan 500 induk sapi ini merupakan bagian dari upaya penyiapan bibit unggul bagi masyarakat. Termasuk, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi bagi masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Bila sesuai rencana, lanjut dia, 500 induk sapi ini akan dikembangkan pada lahan seluas 10 hektar di Koya Barat, Distrik Muaratami, Kota Jayapura. Lahan ini baru saja dibebaskan oleh dinas peternakan, dengan harapan mampu meningkatkan hasil peternakan dalam upaya penyiapan kebutuhan daging sapi untuk PON 2020 mendatang.

“Sebab nanti di lahan seluas itu, akan pula di bangun kantor UPT (Unit Pelaksana Teknis), kemudian perumahan juga kandang sapi,”  katanya.

“Tahun ini, kami juga rencanakan untuk melakukan pemagaran di sekitar lokasi yag dibebaskan itu. Harapannya seluruh pembangunan bisa segera rampung, sehingga pembudidayaan peternakan bisa maksimal,” harapnya.

Sementara ditanya soal proritas program kerja lainnya, dia menyebut masih menganggarkan untuk kegiatan seperti di tahun-tahun sebelunya. Termasuk berupaya meningkatkan kinerja dan disipilin ASN untuk memaksimalkan penerimaan tunjangan penghasilan pegawai (TPP).

Pihaknya pun menyebut akan meningkatkan koordinasi sekaligus evaluasi terhadap seluruh program kerja yang telah dijalankan, agar pengembangan peternakan hewan di seluruh Papua, dapat berjalan sesuai dengan harapan. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)