Polisi Mediasi Masalah Tanah SMP Negeri 2 Kemtukgresi

0
4
Suasana Mediasi Masalah Tanah, Kepala Dinas P dan P Kab. Jayapura,  Alpius Toam menanggapi bahwa tanah tersebut belum dibayarkan,  dikarenakan ada dua surat yang masuk. (tribrata)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Di Ruangan Kepala Dinas P dan P Kabupaten  Jayapura telah dilakukan mediasi permasalahan tanah SPM Negeri 2 Kemtukgresi dan kampung Sama Distrik Kemtuk Kab. Jayapura. Selasa (16/01/18).

Hadir dalam mediasi tersebut diantaranya Kepala Dinas P dan P Kab. Jayapura Bapak Alfius Toam, Kasat Intelkam Polres Jayapura Iptu Budi Santoso. S.Sos, Kapolsek Kemtuk Ipda Heri Wicahya, Kepala Suku, Yotam Yaku,  Ayub Sweymala, Demianus Sanon dan Efraim Yaku.

Ayub Sweymala dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa ucapan terimakasih terhadap pihak kepolisian yang sudah bersedia untuk lakukan mediasi dengan hak ulayat bersama Kepala Dinas P dan P Kab. Jayapura, sehingga pemalangan SPM Negeri 2 Kemtukgresi yang terjadi pada hari minggu kemarin tidak terjadi lagi.

“Dalam pertemuan ini atas nama Suku Sweymala pemilik hak ulayat meminta kepastian dari pemerintah kab. Jayapura tentang ganti rugi tanah dan tanaman yang sudah dijanjikan sejak tahun 2015 sampai sekarang belum terealisasi,”ucap Ayub Sweymala.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas P dan P Kab. Jayapura,  Alpius Toam menanggapi bahwa tanah tersebut belum dibayarkan,  dikarenakan ada dua surat yang masuk, yang pertama pelepasam yang dibuat dan ditandatangani oleh saudara Obeth Yaku dan seandainya surat tersebut tidak sah, maka disarankan ke dewan adat untuk lakukan rapat serta buat surat pembatalan tentang surat pernyataan dengan alasan yang jelas.

Dilanjutkan penyampaian Kepala Suku,  Yotam Yaku bahwa surat pernyataan pelepasan yang ada itu tidak sah karena Obeth Yaku adalah adik saya, dia bukan kepala suku karena waktu itu saya tidak berada ditempat, maka kami akan bersedia untuk mengadakan rapat adat kembali untuk batalkan surat tersebut dan pada waktu rapat akan kami undang Kepala Dinas P dan P Kab. Jayapura.

Kesempatan ini juga Kasat Intel Polres Jayapura, Iptu Budi Santoso. S.Sos menyampaikan ucapan terima kasih atas pengertian orang tua adat bahwasanya pemalangan itu melanggar hukum dan melanggar HAM, maka bapak sebagai orang tua tidak boleh lakukan pemalangan, karena kasihan terhadap anak-anak kita yang akan sekolah, sehingga setiap ada permasalahan bisa disampaikan dengan baik dan pihak kepolisian akan mediasi permasalahan tersebut dengan dinas terkait. (tribrata/ej)