Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan Capai 15.000 Keluarga

1
506
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Irawadi , dalam sebuah wawancara dilapangan. (LintasPapua.com)
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Irawadi , dalam sebuah wawancara dilapangan. (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  – Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, H.  Irawadi menyatakan jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2018 di kota Jayapura mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 15.000 keluarga dibandingkan dengan jumlah 5.788 keluarga penerima PKH di tahun 2017.

Lanjutnya, di tahun 2018 ini ada penambahan jumlah 10.000 keluarga dari pusat, untuk perluasan program PKH di seluruh Indonesia.
“Menurut laporan Bappenas maupun dari kementerian keuangan Republik Indonesia bahwa program PKH di tahun 2017 dianggap berhasil, sehingga harus ditingkatkan perluasan atau volume penambahannya. Oleh sebab itu, hampir semua daerah mengalami penambahan termasuk kota Jayapura,” jelas Irawadi kepada HPP saat diwawancarai di ruang kerjanya di Gedung Otonom Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (17/1).
Diakuinya, tambahan angka 10.000 tersebut masih harus diverifikasi dan divalidasi kembali serta akan ditetapkan oleh Pusat.
Irawadi menjelaskan bahwa PKH merupakan program Kementerian Sosial Republik Indonesia yang sudah berjalan dengan sistem bantuan non tunai yang diimplementasikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), per keluarga menerima Rp.  1.950.000 yang dubayarkan empat kali dalam setahun.
Adapun kriteria untuk penerima bantuan PKH adalah bagi masyarakat yang kurang mampu,  ibu yang sedang hamil,  memiliki anak dan membiayai pendidikan anak dari SD-SMA/SMK.
Sedangkan bagi keluarga yang belum menerima bantuan PKH,  menurut Irawadi keluarga tersebut bisa saja mendapatkan bantuan dari program lain,  seperti beras sejahtera, KPS maupun program lainnya bagi keluarga kurang mampu. (els).
JAYAPURA (HPP)  – Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, H.  Irawadi menyatakan jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2018 di kota Jayapura mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 15.000 keluarga dibandingkan dengan jumlah 5.788 keluarga penerima PKH di tahun 2017.
Lanjutnya, di tahun 2018 ini ada penambahan jumlah 10.000 keluarga dari pusat, untuk perluasan program PKH di seluruh Indonesia.
“Menurut laporan Bappenas maupun dari kementerian keuangan Republik Indonesia bahwa program PKH di tahun 2017 dianggap berhasil, sehingga harus ditingkatkan perluasan atau volume penambahannya. Oleh sebab itu, hampir semua daerah mengalami penambahan termasuk kota Jayapura,” jelas Irawadi, kepada HPP saat diwawancarai di ruang kerjanya di Gedung Otonom Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (17/1).
Diakuinya, tambahan angka 10.000 tersebut masih harus diverifikasi dan divalidasi kembali serta akan ditetapkan oleh Pusat.
Irawadi menjelaskan bahwa PKH merupakan program Kementerian Sosial Republik Indonesia yang sudah berjalan dengan sistem bantuan non tunai yang diimplementasikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), per keluarga menerima Rp.  1.950.000 yang dubayarkan empat kali dalam setahun.
Adapun kriteria untuk penerima bantuan PKH adalah bagi masyarakat yang kurang mampu,  ibu yang sedang hamil,  memiliki anak dan membiayai pendidikan anak dari SD-SMA/SMK.
Sedangkan bagi keluarga yang belum menerima bantuan PKH,  menurut Irawadi keluarga tersebut bisa saja mendapatkan bantuan dari program lain,  seperti beras sejahtera, KPS maupun program lainnya bagi keluarga kurang mampu. (Elsye Sanyi  / Koran Harian Pagi Papua)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here