Dengan Merendah, Habel Melkias Suwae Optimis Menang Bersama JWW

0
12
Pasangan JWW - HMS saat berkampanye di Jayawijaya. (Roy Purba/ HPP)
Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat menyerahkan cendeeramata simbol Pilkada Damai kepada Pasangan JWW – HMS , usai pendaftaran Rabu (10/1) di kantor KPU Papua di Dok II Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Habel Melias Suwae (HMS) sangat optimis mampu meraih kemenangan pada Pilkada Gubernur Papua periode tahun 2018-2023.

Habel yang diketahui kurun waktu lima tahun lalu, maju sebagai calon Gubernur Papua itu, kali ini memilih menjadi Calon Wakil Gubernur Papua, mendampingi John Wempi Wetipo sebagai calon Gubernur Papua.

 

Habel bercerita lima tahun lalu euforia kemenangan saudara-saudara di wilayah Pegunungan Tengah Papua, memimpin Papua cukup tinggi. Hal itu kemudian menjadi alasan kekasalahannya dari petahana Lukas Enembe-Klemen Tinal lima tahun lalu.

 

“Saya minta maaf. Tapi itu yang saya rasakan saat itu. Namun,  Saya optimis suara pantai atau suara lima tahun lalu masih tersimpan untuk saya, pada pilkada saat ini,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (155/1/2018) malam.

Habel Melkias Suwae, oleh Megawati Soekarnoputri dinilai, 8. Ketika menjabat Bupati Jayapura, banyak pihak datang ‘berguru’ kepadanya, karena sukses melaksanakan Program Pemberdayaan Distrik (PPD) yang kemudian diubah menjadi Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung (PPDK). Program tersebut kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul ‘’Suara Hati yang Memberdayakan’’. (ISTIMEWA)

Mantan Bupati dua Periode itu, menjelaskan mendampingi John Wempi Wetipo adalah keputusan yang tepat baginya. Apalagi, lima tahun lalu JWW lah yang mengalahkannya di wilayah pegunungan. Kala itu JWW menjadi Ketua Tim Sukses di wilayah Pegunungan Tengah Papua dan berhasil mengumpulkan suara 900.000 untuk LE-KT yang saat ini menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur di Papua.

Ketua DPW Partai Perindo di Papua itu menyampaikan, tentunya ada perbedaan situasi politik saat ini, dibandingkan lima tahun lalu, yakni masyarakat sudah menilai kinerja lima tahun kepemimpinan yang saat ini.

Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, JWW – HMS (istimewa)

“Pemimpin saat ini orang kan bisa ketahui bagaimana kinerjanya. Jadi, sangat gampang bagi saya untuk mengalahkan mereka. Mengapa demikian, mereka sudah memimpin. Rakyat sudah tau yang mereka sudah buat. Ada indikator-indikator soal itu, indek pembangunan manusia misalnya, keluarga masyarakat miskin, kenyamanan, keamanan dan keteriban. Kita yang peduli terhadap pembangunan di Papua harus berani jujur mengatakannya,” pungkasnya.

 

Habel yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD di Kabupaten Jayapura menegaskan, sudah punya mesin yang siap berlari kencang untuk mengalahkan petahana.

Pasangan JWW – HMS saat berkampanye di Jayawijaya. (Roy Purba/ HPP)

“Jangan lihat kami mewakili gunung dan pantai. Justru, kami ingin menyatukan semua masyarakat di tanah Papua, agar tak lagi saling mengkotomi antara sesama masyarakat Papua dan juga non Papua,” tegasnya.

 

Bahkan Habel mempertanyakan bukti pembangunan yang sudah mereka buat. Baik itu ketika menjabat sebagai bupati maupun sebagai gubernur.

 

“Kita sama-sama pernah menjadi Bupati. Bukti pembangunan yang mereka lakukan bisa kita lihat. Kini mereka menjadi gubernur. Kita tak bisa merasakan apa yang mereka buat,” ungkap Habel.

 

Bakal Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) menceritakan, ketertarikan dirinya terhadap Habel Melkias Suwae tak lain untuk mempermudah pembangunan di tanah Papua, yakni konsep pemikiran tua (senior) dengan yang muda (junior).

John Wempi Wetipo, kini sebagai Bupati Jayawijaya, berkomitmen untuk maju dalam percaturan politik Pemilukada Gubernur Papua 2018 dengan membawa moto Papua Cerdas. (LintasPapua.com)

“Yang menguntungkan saya dengan HMS, lawannya adalah orang yang sudah menjabat. Kita bisa rasakan, apakah janji-janji kampanye mereka sudah ada yang terealisasi atau belum. Lalu kami, dengan semangat masyarakat ingin membuat pembaharuan di tanah Papua ini. Pilihannya juga ada di masyarakat,” paparnya.

 

Wempi menambahkan, tak perlu berbangga-bangga dengan bangunan megah rumah dinas Gubernur (Gedung Negara) yang dibangun. Sebab bangunan itu sama sekali tak bisa dirasakan masyarakat hanya dihuni Gubernur.

 

“Mereka juga bangga dengan rencana pembangunan stadion untuk penunjang sarana PON 2020 pada pameran peKan pembangunan di Papua. Padahal itu stadion belum jadi. Harusnya kita bangga dengan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat,” katanya. (Fransisca / LintasPapua.com)