Fokus Study, KMPP Harap Mahasiswa Tidak Bawa Masalah Dari Kampung

0
564
Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak(KMPP), dalam jumpa pers yang disampaikan di di cafe Sunshine Waena Jayapura, Senin (15/1/22018). (Fransisca/LintasPapua.com)
Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak(KMPP), dalam jumpa pers yang disampaikan di di cafe Sunshine Waena Jayapura, Senin (15/1/22018). (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak(KMPP) yang memiliki moto “Satu Mama Satu Bapa”,  menghimbau, agar mahasiswa yang sedang study di Jayapura tidak membawa masalah perang  yang terjadi di Mimika dan wilayah Pegunungan.

 

Himbuan ini disampaikan Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak(KMPP), dalam  jumpa pers yang disampaikan di di cafe Sunshine Waena Jayapura, Senin (15/1/22018).

 

Ketua KMPP Jayapura,  Aperau Kiwak mengatakan,  bahwa suara organisasi KMPP menanghgapi situasi di Kabupaten Mimika, yang mana pada tanggal 1 Januari 2018, terjadi konflik dari pihak Kiwak dan Manomak, meningal saudara Jefry Dipijangke yang meninggal ini keluarga  sendiri.

Badan Pengurus Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak(KMPP), dalam jumpa pers yang disampaikan di di cafe Sunshine Waena Jayapura, Senin (15/1/22018). (Fransisca/LintasPapua.com)

“Sampai hari ini orang tua kami yang ada di sana dalam kondisi perang, dan juga mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia tidak tenang. Kami dan seluruh pengurus KMPP menyampaikan bahwa masalah perang di seluruh Kabupaten pegunungan hanya terjadi di kabupaten saja, jangan bawa lagi ke kota kami study,” ujar Aperau Kiwak.

Disampaikan, bahwa pihaknya  berada di kota lain bertugas untuk menempuh pendidikan.

“Kami yang sedang study ini jangan membawa masalah ke tempat study kita, supaya tidak mengganggu,” katanya.

Dijelaskan, bawha sesuai rencana hari Rabu (17/1/2018), dari  Kabupaten Nduga, Lani Jaya, Mimika, dan Puncak Jaya,  akan mengadakan pertemuan antar mahasiswa, sebagai awal kami menyampaikan.

“Kalau hasilnya baik, kami Akan bentuk team. Mohon doanya dari pihak Gereja,” jelasnya.

 

Sementara itu, Perwakilan Senior KMPP,  Dentinus Magai, S.Sos menyampaikan,   bahwa mahasiswa ini tidak tenang, karena ada indikasi isu berkembang bahwa ada pihak yang sedang jalan membalas dendam dengan mencari orang yang berpendidikan.

“Karena yang meningal ini berpendidikan tinggi di penerbangan, karena isu tersebut kami tidak bisa beraktivitas normal. Bila ada masyarakat yang datang ke Jayapura, pasti Ada yang memfasilitasi,” katanya menceritakan dugaan akibat ketakutan yang sedang melanda.

Diakui, dalam antisipati dirinya meminta mahasiswa untuk tidak kompromi, mari kita di satu posisi untuk ciptakan kedamaian, menyelesaikan konflik yang ada.

“Karena bila ada apa  – apa, maka ada imbasnya sampai dengan pengangguran. Mohon pihak keamanan juga kepolisian untuk kontrol kami saat ini adalah Asrama Mimika, Wangbe dan Damal,” pesannya. (Fransisca /LintasPapua.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here