Hanya Satu Paslon, KPUD Jayawijaya Akan Buka Kembali Pendaftaran Calon

0
605
Suasana Penyelenggara KPUD Jayawijaya saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)
Suasana Penyelenggara KPUD Jayawijaya saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Ketua KPUD Jayawijaya, Adi Wetipo,di dampingi, Divisi Teknis, Sarlota Nelly Martha Wartanoy , Devisi Hukum, Welius Wetipo, Devisi Sosialisasi dan SDM, Markus Way, Devisi Logistik dan Keuangan, Effendy Pakpahan, dalam keterangan pers menyampaikan keadaan sebenarnya yang terjadi di pendaftaran pasangan calon bupati Kabupaten Jayawijaya serta akan membuka pendaftaran kembali, sebab hanya Baru Pasangan Calon Jhon Banua – Marthen Yogobi yang Memenuhi Syarat Pendaftaran , hal ini disampaikan  dalam jumpa pers di Dante Café Ruko Dok II Jayapura, Minggu (14/1/2018)

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jayawijaya, Adi Wetipo  menjelaskan,  bahwa kondisi berkaitan dengan pendaftaran bupati, tanggal  8-10 Januari 2018 pendaftaran calon bupati Kabupaten Jayawijaya, hari kedua pendaftaran, tanggal 9 Januari 2018, datang bakal calon pukul 11 siang WIT. pasangan Jimy Asso dan Wemban Kogoya, mendaftar, tetapi kami kembalikan karena berkas pencalonan kurang lengkap, tidak sesuai dengan PKPU No.15 tahun 2017.

“Kami meminta untuk melengkapi dokumen yang  kami sampaikan. Hingga tanggal 10 januari 2018 melalui tIm suksesnya Simson Asso mereka menyampaikan belum bisa melengkapi berkas yang di minta, Maka kami buat berita acara penolakan pada 10 januari 2018 jam 00.00,” jelasnya.

Ketua KPUD Jayawijaya, Adi Wetipo, saat memberikan keterangan pers. (Fransisca /LintasPapua.com)

Kemudian, pada 9 Januari 2018, ada dua bakal calon yang datang mendaftar ke KPUD Jayawijaya, yakni Jimmy Asso – Wemban Kogoya yang diusung oleh PDI Perjuangan – PAN.

“Kami kembali berkas pencalonan karena ada beberapa berkas yang tidak sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 2017.  Kami minta bisa dilengkapi, tapi sampai hari terakhir pendaftaran 10 Januari 2018, calon bupati dan wakil bupati bersama tim sukses datang, tapi tidak bisa melengkapi berkas, sehingga kami buat berita acara untuk menolak pasangan calon itu,” ungkapnya.

Pada hari yang sama, bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua dan Marthen Yogobi datang mendaftar dengan 10 partai politik.

Hanya saja, ketika mereka menyampaikan berkas pencalonan, dari semua partai pengusung, ada satu partai pengusung yang tidak diterima KPUD Jayawijaya yakni Partai Gerindra karena hanya surat rekomendasi dan surat tugas saja, bukan B1-KWK tidak ada.

“Akhirnya, untuk Partai Gerindra kami nyatakan dicoret dari dukungan partai itu kepada paslon Jhon R Banua – Marthen Yogobi,” jelasnya.

Pada 10 Januari 2018, bakal paslon atas nama Bartolomeus Paragaye – Ronny Elopere datang menyerahkan dokumen.

Divisi Teknis KPUD Jayawijaya, Sarlota Nelly Martha Wartanoy. (Fransisca / LintasPapua.com)

“Ada dua partai pengusung yang disampaikan yakni Partai Gerindra dan Hanura. Partai Gerindra lengkap, tapi Partai Hanura hanya fotocopian saja.  Kami minta dokumen asli Partai Hanura, tapi hingga penutupan pendaftaran, mereka belum bisa menunjukkan, sehingga KPU Jayawijaya pleno menolak dokumen dari Partai Hanura,” tandasnya.

Adi Wetipo mengakui adanya intimidasi terhadap komisioner KPU Jayawijaya. “Kalau ada intimidasi, baik SMS, telepon maupun disampaikan lewat orasi demo, tapi kami tetap berkantor di KPUD Jayawijaya, dan kami telah berkoordinasi dengan aparat keamanan,” tuturnya.

“Batas pendaftaran tanggal 10 Januari 2018, di pukul 00.00 WIT. Peraturan nomor 15 Tahun 2017 pasar 38 Ayat (4) dokumen yang tidak lengkap,  kami minta di lengkapi, tidak bisa di lengkapi, maka kami pleno untuk menerbitkan berita acara penolakan bagi yang tidak lengkap,” jelasnya.

Sementara itu, Divisi Teknis, Sarlota Nelly Martha Wartanoy menyampaikan tahanpan selanjutnya, pada Jumat tanggal 12 Januari 2018,  pihaknya menerima surat edaran nomor 38, tentang tahapan pencalonan dengan satu pasangan calon yang mendaftar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP Dan Komisioner KPU Jayawijaya Divisi Sosialisasi dan SDM, Markus Way, SE, M.Si. dalam sebuah kegiatan sebelumnya. (Ema)

“Kemudian kami langsung berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI, setelah berkoordinasi kami mengadakan pleno untuk merevisi jadwal tahapan selanjutnya pencalonan bupati Kabupaten Jayawijaya 2018.   mulai dengan pengumuman pada tanggal 13-15 Januari 2018, sosialisasi 13-15 januari 2018, 16-18 januari 2018 pengumuman, 19-21 januari 2018 menerima pendaftaran pasangan calon bupati Kabupaten Jayawijaya 2018,”  jelasnya. (Fransisca / LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here