Selamat Jalan Bapak Watae, Kami ‘Kan Selalu Mengenangmu

0
966
Prosesi Pemakaman Almarhum Bupati Keerom. (Arif/Koran Harian Pagi Papua)
Prosesi Pemakaman Drs. Celsius Watae MH Berlangsung Haru dan Khidmat. (Arif /Koran Harian Pagi Papua)

 

Prosesi Pemakaman Drs. Celsius Watae MH Berlangsung Haru dan Khidmat

 ‘’Selamat Jalan Bapak Watae, Kami ‘Kan Selalu Mengenangmu’’

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Ribuan masyarakat dan tamu undang mengikuti prosesi pemakaman mendiang Drs. Celsius Watae MH, yang digelar Jumat (12/2) kemarin. Prosesi pemakaman orang nomor satu di Keerom ini dimulai dari rumah kediaman di Arso Swakarsa, upacara penghormatan di Kantor Bupati Keerom, misa pemakaman di Gereja Katholik Paroki Keerom dan dilanjutkan pemakaman di kediaman mendiang di Arso Swakarsa.

Diketahui mendiang Alm Celsius Watae, meninggal pada Rabu (10/1) di RS Bhayangkara, Kotaraja. Semasa hidupnya hingga posisi terakhir sebagai Bupati Keerom, mendiang Drs. Celsius Watae MH dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan berjiwa sosial yang tinggi.

Tak heran mulai rakyat kecil hingga pejabat, kawan maupun rekan apalagi keluarga, kemarin turun mengikuti prosesi dengan khidmat dan haru, bahkan berlinang air mata. Semua mengikuti prosesi dengan baik, meskipun cuaca panas tak membuat mereka beranjak, seakan semua ingin mengucapkan, ‘’Selamat Jalan Bapak Watae, Kami ‘Kan Selalu Mengenangmu, terutama kebaikan dan teladanmu yang kau berikan.’’

Mewakili IPDN, Drs. Michael Manufandu menilai sosok Pamong Praja Alm. Celcius Watae MH merupakan putra terbaik yang dimiliki Kabupaten Keerom. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

Prosesi pemakaman dimulai Pukul 11.00 WIT di kediaman Bupati Kabupaten Keerom, Arso Swakarsa yang diikuti sekitar 500 orang diantaranya Muh. Markum SH, MH, MM (Wakil Bupati Kabupaten Keerom), Bapak Syahabudin SP, MSi (Ketua DPRD Keerom), Yosinus Desenafa (Bupati Mamberamo Raya), Drs. Blasius Waluyo Sejati MM (Sekda Keerom), Letkol Inf Nova Ismailiyanto, S.IP (Dandim 1701/Jayapura), AKBP Tober Sirait MH (Kapolresta Jayapura), AKBP Muji Windi Harto, S.Ik, SH (Kapolres Keerom) dan lainnya.

Sementara pejabat dari luar Keerom nampak diantaranya Kepala Badan Perbatasan Provinsi Ny. Suzana D Wanggai, mewakili IPDN dan Pamong praja senior ada Drs. Michael Manufandu, nampak juga Ketua KPA Provinsi Papua, Drh. Constan Karma, dll. Kegiatan dimulai dan dilanjutkan doa pemberkatan oleh Pastor Marinus Togatoyo S.Vd, dan sambutan-sambutan.

Ribuan masyarakat dan tamu undang mengikuti prosesi pemakaman mendiang Drs. Celsius Watae MH, yang digelar Jumat (12/2) kemarin. Prosesi pemakaman orang nomor satu di Keerom ini dimulai dari rumah kediaman di Arso Swakarsa, upacara penghormatan di Kantor Bupati Keerom, misa pemakaman di Gereja Katholik Paroki Keerom dan dilanjutkan pemakaman di kediaman mendiang di Arso Swakarsa. (ISTIMEWA)

Dari pihak keluarga, Ben Koyafi, mengemukakan terima kasih kepada para pelayat yang hadir dalam proses pemakaman serta pihak-pihak yang yang berperan penting baik itu keluarga, pihak pemerintahan, lembaga pendidikan, tim kesehatan yang selama hidup sangat berperan penting dalam membentuk karakter Pamong Praja Alm. Celcius Watae MH sampai dipercayakan menjadi Bupati Kabupaten Keerom serta selama sakit ditangani maksimal oleh tim kesehatan baik itu dari Jakarta sampai terakhir di RS. Bhayangkara Polda Papua.

Alm Celsius Watae, meninggal pada Rabu (10/1) di RS Bhayangkara, Kotaraja. Semasa hidupnya hingga posisi terakhir sebagai Bupati Keerom, mendiang Drs. Celsius Watae MH dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat dan berjiwa sosial yang tinggi. ISTIMEWA)

Sementara itu,  Istrinya, Ny. Fransisca Ni Made Santun Watae meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Keerom bilamana selama Alm. Celcius Watae MH menjabat Bupati Kabupaten Keerom banyak kekurangan ataupun kesalahan serta meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Keerom mendoakan beliau supaya bisa beristirahat dengan tenang dan mendoakan, agar Pemerintahan Kabupaten Keerom kedepan bisa lebih maju dari sekarang.

Mendiang dibawa ke kediaman untuk dimakamkan diiringi Doa keselamatan yang dipimpin oleh Pastor Marinus Togatoyo S.Vd. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

Sedangkan mewakili IPDN, Drs. Michael Manufandu menilai sosok Pamong Praja Alm. Celcius Watae MH merupakan putra terbaik yang dimiliki Kabupaten Keerom. ‘’Saya berharap kepada seluruh masyarakat ataupun penjabat Bupati yang baru agar program-program yang beliau gagaskan dapat diteruskan serta diharapkan agar lebih ditingkatkan,’’ujarnya pada kesempatan tersebut.

Sementara Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH mengemukakan kepergian Bupati Keerom sangat mengagetkan. ‘’Kepergian Beliau sangat mengagetkan bagi kami semua di Kabupaten Keerom karena pada hari Senin tanggal 8 Januari 2018, dua hari sebelum wafatnya, kami dengan Beliau masih merayakan Natal Bersama ASN, TNI dan Polri beserta seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom dalam suasana khitmad, penuh kekeluargaan sukcita dan kedamaian, sedangkan pada hari selasanya, Beliau masih memimpin dan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan seperti biasanya, dan kami semua tidak menyangka akan perpisahan dengan Almarhum,’’ungkapnya.

Dilanjutkan penyerahan Pamong Praja Alm. Celcius Watae MH (Bupati Kabupaten Keerom) dari pihak keluarga yang diwakili oleh Bapak Hans Sumel kepada pihak pemerintah yang diwakili oleh Bapak Muh. Markum SH, MH (Wakil Bupati Kabupaten Keerom) didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Keerom.

Istrinya, Ny. Fransisca Ni Made Santun Watae, saat memohon diri  dan penghormatan untuk suami tercinta,  yang telah meninggal. (Arif /Koran Harian Pagi Papua)

Selanjutnya Jenazah Pamong Praja Alm. Drs. Celcius Watae MH (Bupati Kabupaten Keerom) tiba di halaman kantor Bupati Kabupaten Keerom dilanjutkan prosesi upacara penghormatan terakhir yang dipimpin oleh Drs. Blasius Waluyo Sejati MM, (Sekda Kabupaten Keerom) dan selaku Komandan upacara Asisten I Setda keerom, Sucahyo Agung DA, SIP, MSi, diikuti sekitar 700 diantaranya para Forkompinda, PNS Kabupaten Keerom, Praja IPDN dan dihadiri oleh masyarakat Keerom.

Selanjutnya mendiang dibawa ke kediaman untuk dimakamkan diiringi Doa keselamatan yang dipimpin oleh Pastor Marinus Togatoyo S.Vd selanjutnya keluarga dan kerabat dipersilahkan menaburkan bunga mulai dari pihak keluarga, pemerintah, tamu undangan hingga masyarakat.(Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here