Aloysius Giyai Akui Tidak Kampanye Pilgub Karena  Acara Adat Mee

0
442
Drg. Aloysius Giyai, M.Kes resmi dipercayakan kembali menjadi Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes , kini dipercayakan juga sebagai PLT. RSUD Dok II Jayapura. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Alosius Geyai membantah bahwa dirinya berkampanye tentang petahana Lukas Enembe yang saat ini menjadi bakal calon Gubernur Papua periode tahun 2018-2023.

Dimana vidio berdurasi satu menit tujuh detik itu, viral ditengah-tengah masyarakat Papua. Saat itu Alosius Giay bersama masyarakat pejabat Papua lainnya sempat menyampaikan beberapa kata – kata yang oleh banyak masyarakat dinilai hal yang tidak netral, namun hal ini dibantah.

“Itu acara suku adat Mee, jadi bukan kampanye,” ungkap Alosius Giay ketika di wancarai wartawan di sela-sela memantau jalannya tes pemeriksaan kesehatan di RSUD Jayapura, Jumat (12/1/2018).

Alosius menjelaskan, video yang beredar tersebut merupakan kegiatan adat di Kabupaten Jayapura sebelum adanya deklarasi oleh Lukas Enembe. Ia menegaskan, kegiatan tersebut murni kegiatan adat dan tidak ada sangkut pautnya dengan pilkada maupun kampanye.

“Saya sebagai perwakilan Kepala Suku Besar MEE saat berlangsungnya acara adat di Sentani beberapa waktu lalu. Jadi, saat itu kami antar makanan, sayur dan sebagainya kepada masyarakat. Jadi tidak ada hubungannnya dengan institusi (ASN) atau sebagainnya, itu acara adat  sebelum deklarasi atau sebagainya,” ungkap Alosius Giay yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Jayapura.

 Calon Gubernur Papua – Calon Wakil Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (Istimewa)

Saat ditanya mengapa menyampaikan “tidak ada satu orang maupun mahluk hidup di tanah ini yang dapat melawan Lukas Enembe” mengingat dia seorang pejabat SKPD di Lingkungan Provinsi Papua ? Ia menjelaskan statemen tersebut merupakan ungkapan bahwa Lukas Enembe merupakan orang yang kami kagumi.

“Jadi ini tidak ada kaitannya dengan pilkada. Saya, sebagai penasehat besar suku ME, diminta untuk rakyat sama-sama  menyampaikan pernyataan, tapi tidak ada kaitan  dengan pemilihan Pilkada Gubernur ini,” unjarnya.

Bahkan Alosius Giay kembali menegaskan bahwa dirinya pada posisi netral dan tidak memihak kepada siapapun kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Dua pasangan calon Gubernur yakni Lukas Enembe dan John Wempi Wetipo merupakan saudara saya dan mereka merupakan putra terbaik Papua yang akan maju untuk membangun papua yang lebih baik lagi kedepannya,” jelasnya.

Sebatas diketahui, dalam rangka memperkuat proses dan integrasi seluruh alur pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan instansi pemerintah, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengeluarkan Surat Edaran mengenai Pengawasan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018.

Suasana Deklarasi pasangan calon Gubernur, Lukas Enembe dan Calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. (istimewa)

KASN mengeluarkan Surat Tersebut berdasarkan hasil penelusuran data dan informasi yang dihimpun melalui pelaporan dan pengaduan masyarakat serta informasi media cetak terkait netralitas ASN menjelang Pilkada serentak tahun 2018.

 

“Sebagai garda terdepan dalam upaya negara mewujudkan ASN yang profesional, netral, dan bebas intervensi politik, KASN turut berpartisipasi aktif melalui pengawasan dan penegakan hukum untuk menjaga netralitas ASN. Adapun penerbitan Surat No. B-2900/KASN/11/2017 adalah salah satu upaya kami untuk mengawal netralitas ASN, khususnya pada 171 daerah penyelanggara Pilkada serentak tahun 2018,” kata Sofian Effendi, Ketua KASN dikutip dari halaman websaite KASN.

 

Surat Edaran tersebut mencakup penjelasan lebih lanjut terkait sikap dan perilaku ASN yang mengarah pada keberpihakan politik baik online maupun offline, serta mekanisme pengawasan dan pemberian sanksi atas pelanggaran netralitas yang dilakukan ASN.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan akses Surat Nomor B-2900/KASN/11/2017 yang diterbitkan pada tanggal 10 November 2017 pada tautan ini. (jrp/Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here