Pasangan JWW-HMS Didaulat Menjadi JOSUA Papua

0
485

 

WAMENA, (LINTAS PAPUA) – Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) dan Habel Melkias Suwae (HMS) secara resmi memperkenalkan dirinya maju pada Pilgub tahun 2018 dihadapan puluhan ribu masyarakat di wilayah Pegunungan Papua, saat menggelar deklarasi di Lapangan Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (8/1/2018).

Mereka didaulat menjadi JOSUA untuk Papua yang merupakan singkatan JWW-HMS. Nama itu pun muncul dari para relawan yang telah setia mendampinginya selama ini.

Wempi bercerita, dalam pertemuannya dengan Prabowo Ketua Umum DPP Partai Gerindra menjatuhkan dukungannya kepada JWW-HMS, dengan keyakinan mereka (JOSUA) berdua bisa membawa perubahan baru bagi Indonesia.

“Beliau sampaikan, matahari terbit dari wilayah Timur Indonesia. Sehingga Bapak Prabowo tak keberatan memberikan dukungannya kepada kami, yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Titipan beliau hanya satu, mereka berharap kami bisa menjadi agen perubahan dan alat permesatu bangsa,” kata Wempi.

Lalu Wempi juga menjelaskan, banyak orang yang menceritakan tentang pilihannya menggandeng Habel Melkias Suwae sebagai wakilnya, yang mana pernah menjadi lawan politiknya, ketika ia dipercaya sebagai Ketua Pemenangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, saat Lukas Enembe-Klemen Tinal menang telak di wilayah tersebut.

“Ini adalah dosa yang harus saya tebus. Kurang lebih 4 tahun lalu, saya berhasil menggagalkan bapak HMS saat maju sebagai calon Gubernur Papua yang membuat saya kecewa, yakni orang yang saya percaya memimpin Papua tak memberikan dampak besar bagi masyarakat. Maka dari itu, saya bersama HMS pada Pilgub 2018 ini, ingin mensejaterakan masyarakat melalui konsep visi misi “Papua Cerdas,” paparnya.

Duet wilayah Pegunungan dengan Pesisir Pantai Papua, ungkap Wempi, dipercaya olehnya dapat merubah diskriminasi di antara orang Papua, yaitu orang Pesisir dan orang Gunung, termasuk istilah orang Papua dan orang pendatang.

“Kedepan tak boleh lagi ada istilah dikotomi antara orang Papua dan Pendatang termasuk orang Pantai dan orang Gunung. Tapi, kita harus bersatu dan mengatakan, kita, dia dan mereka adalah orang Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Wempi yang masih aktif sebagai Bupati itu menceritakan, nama JOSUA penggabungan namanya dan Habel Melkias Suwae sebagai wakilnya, datang dari para relawan yang selama ini mendukungnya. Namun, nama itu tentu punya makna.

“Ada dua nama yang ditawarkan relawan kepada saya, yakni JOBEL dan JOSUA. Kedua nama itu tentu punya makna, khususnya bagi umat nasrani,” katanya.

Ia menjelaskan, JOBEL itu artinya perdamaian. Sementara JOSUA adalah orang yang di pakai Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel yang menggantikan Musa dan yang membawa bangsa Israel masuk serta merebut tanah Kanaan, (tanah perjanjian) .

“Lalu dari dua nama yang di ajukan kepada saya, pilihannya pun JOSUA,” tuturnya.

Wempi berkata, segala perjuangan yang dilakukannya saat ini, tentunya tak lepas dari campur tangan Tuhan.

“Dulu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: ‘Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya ( Ulangan 31:7) . Saat ini tiba giliran saya bersama bapak HMS terpanggil untuk perubahan bagi masyarakat Papua, ” ujarnya.

Wempi menambahkan, dipilihlah Yosua sebagai pengganti Musa saat itu. Yosua menggantikan Musa bukan atas inisiatif manusia, tetapi Tuhan sendiri yang memilih dia seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa.

“Saya tak ingin mendahului Tuhan dalam Pilgub ini. Tapi, saya percaya perjuangan ini, adalah doa dari masyarakat Papua. Melalui konsep visi misi “Papua Cerdas”, kita bersama-sama membangun Papua tanpa ada perbedaan bersama JOSUA,” pungkasnya.(jrp / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here