Maksimalkan Pembangunan, SKPD Papua Diminta Awasi Proyek Infrastruktur

0
348
Asisten Setda Papua Bidang Umum, Elysa Auri. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

Asisten Setda Papua Bidang Umum, Elysa Auri. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Untuk memaksimalkan kualitas bangunan insfrastruktur di Bumi Cenderawasih, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah provinsi, diimbau memperketat pengawasan terhadap seluruh kegiatan maupun pekerjaan fisik.

 

“Makanya saya harap SKPD harus sering turun ke lapangan melakukan pengawasan supaya setiap proyek yang dikerjakan terjamin kualitasnya,” jelas Asisten Setda Papua Bidang Umum, Elysa Auri, di Jayapura, Senin (8/1/2018).

Menurut dia, saat ini pemerintah provinsi tengah memantau dan meneliti sejumlah laporan terhadap kontraktor dan konsultan yang tak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Pengawasan yang lemah dikhawatirkan akan berdampak pada kurangnya kualitas fisik bangunan, hingga berpotensi menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Jangan sampai setiap kegiatan fisik yang dikerjakan pihak ketiga dilakukan asal-asalan. Pada akhirnya menyebabkan proyek infrastruktur itu memiliki kualitas buruk,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua sehingga akan menjadi pembahasan khusus bersama dengan gubernur dalam waktu dekat.

“Sebab memang Biro Layanan Pengadaan dan Jasa Papua memang melakukan pelelangan yang terbuka secara umum. Dengan demikian, siapa pun bisa mendapatkan pekerjaan di Papua”.

“Namun, akhir-akhir ini ada laporan bagi kontraktor dan konsultan yang mendapat proyek namun tidak memiliki kantor perwakilan di Papua. Belum lagi mereka tak memberikan kontribusi nyata kepada Papua, kemudian konsultan tidak tinggal ditempat mengawasi pekerjaan di lapangan, sehingga ini akan menjadi evaluasi kita,” ucapnya.

Kota Jayapura (potretanakmelanesia.blogspot.co.id)

Sebelumnya, di akhir tahun 2017 lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua, Djuli Mambaya dibuat pusing dengan ulah sejumlah konsultan yang tak berada di lokasi proyek saat dirinya melakukan kunjungan lapangan.

Dari 10 lokasi yang dikunjungi, hanya dua yang berada di tempat. Djuli Mambaya yang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Papua, akhir Desember lalu, langsung memberi teguran keras.

Djuli disela-sela pertemuan itu pun, langsung bergegas keluar dari ruangan ketika para konsultan pengawas tak mampu membuktikan kehadiran mereka di lapangan.

“Tidak boleh kita bermain dengan pekerjaan. Itu sebabnya saya marah. Ini rusak semua pekerjaan. Makanya saya tak ragu akan mem-blacklist konsultan pengawas yang tak kerja benar,“pungkasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here