Alkitab Bahasa Sentani Siap Diedarkan, Versi Ralibhu, Nolobhu dan Waibu

0
1219
Consultan Asosiasi Wycllife Papua dan Papua Barat, Yanthi Monim. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua)
Consultan Asosiasi Wycllife Papua dan Papua Barat, Yanthi Monim. (Irfan/ Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Untuk menambah koleksi kitab suci umat Kristiani yang di terjemahkan dalam bahasa daerah, khususnya Bahasa Sentani ke dalam tiga dialek yakni Rali Bu, Nolo Bu dan Wai Bu, yang sedang di susun itu di rencanakan akan di edarkan dalam waktu dekat ini.

 

Peredaraan Al-Kitab Versi Bahasa Sentani itu, bisa dalam bentuk buku maupun dalam bentuk aplikasi Handphone (HP) Android yang boleh di akses dan di baca oleh siapa saja dan dimana saja.

 

“Kami terus berupaya dan dalam waktu dekat kami akan cetak serta edarkan Al-Kitab dalam Bahasa Sentani,” ujar Consultan Asosiasi Wycllife Papua dan Papua Barat, Yanthi Monim, dalam rilisnya kepada wartawan harian ini, Selasa (9/1) kemarin.

Dia mengatakan, penerbitan Al-Kitab dalam Bahasa Sentani itu selain untuk meningkatkan iman dan percaya kepada Tuhan. Tetapi, juga untuk melestarikan nilai-nilai budaya bahasa daerah khususnya Sentani yang kian pudar.

Kampung Ayapo sebagian keindahan alam Papua di Danau Sentani.(Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Menurut Yanthi Monim, komitmen menghadirkan Al-Kitab versi Bahasa Sentani dengan tiga dialek, yakni dialek Sentani Timur (Rali Bu), Sentani Tengah (Nolo Bu) dan Sentani Barat (Waibhu) sedang di siapkan.

“Ada sejumlah kitab dari Al-Kitab Perjanjian Baru yang sudah di susun oleh ibu-ibu, dan selanjutnya akan di serahkan kepada pihak ketiga untuk di teliti serta di cermati guna keabsahan serta tata letak kalimat,” imbuhnya.

 

 

Selain itu, Yanthi juga menjelaskan, sebelum kaum ibu di kumpulkan untuk menterjemahkan, sekaligus menyusun Al-Kitab itu diawali dengan pihaknya menyampaikan metode yang akan di ikuti.

 

“Sebab, jika terjemahannya tidak sesuai metode maka membutuhkan waktu yang cukup lama. Beda jika terjemahannya di lakukan berdasarkan metode pasti cepat selesainya,” tuturnya.

Di harapkan, dengan hadirnya Al-Kitab dalam versi bahasa daerah, Rali bu, Nolo bu dan Wai Bu dapat meningkatkan tali persatuan dan persekutuan di dalam Kasih Kristus. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here