pasangan calon yang dipilih Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (4/1/2018). (pdiperjuangan.id)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Calon Gubernur Provinsi Papua. Dia sosok muda yang gagah. Usianya masih 45 tahun. Kalau saya memandang dia, aduh gagahnya orang Papua. Saya berpimpi, kedepan jago-jago Sepakbola; para juara atletik dari Papua. Sosok yang saya calonkan ini, menerima Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara

 

 

Dia juga menerima penghargaan dari kementerian keuangan atas penilaian tertinggi dari BPK terkait pengelolaan keuangan di  kabupaten yang dipimpinnya selama dua periode.

 

Dia adalah adalah:  John Wempi Wetipo atau yang dikenal JWW yang merupakan Bupati Jayawijaya dua periode.

Habel Melkias Suwae, oleh Megawati Soekarnoputri dinilai, 8. Ketika menjabat Bupati Jayapura, banyak pihak datang ‘berguru’ kepadanya, karena sukses melaksanakan Program Pemberdayaan Distrik (PPD) yang kemudian diubah menjadi Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung (PPDK). Program tersebut kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul ‘’Suara Hati yang Memberdayakan’’. (ISTIMEWA)

“Saudara Wempi ini adalah Insiator dan sekaligus deklarator Festifal Budaya Baliem yang diselenggarakan setiap tahun menjelang HUT RI, kegiatan ini membuat melonjaknya arus wisatawan  ke Lembah Baliem,”  katanya.

 

Sedangkan sebagai calon wakil gubernur adalah dan Habel Melkias Suwae. Dia adalah mantan Bupati Jayawijaya dua periode.

 

Pasangan yang menyatukan pegunungan penuh hutan dan lembah subur sebagai simbol Tanah Papua yang begitu elok dan menawan saya Megawati Soekarno Putri putuskan sebagai persembahan  PDI Perjuangan untuk masa depan Papua yang damai, adil dan makmur. Wempi dan Habel, keduanya telah berpengalaman dan memiliki kinerja baik.

 

Keduanya sepakat mengusung tema PAPUA CERDAS.  Hal ini tidak terlepas dari rekam jejak Sdr. Habel Melkias Suwae yang pernah menjadi guru Sekolah Dasar selama tiga tahun.  HMS, demikian namanya selalu disingkat. Dari guru, Ia menjadi Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Masyarakat Kantor Sosial Kabupaten Jayapura. Karena debut dan reputasinya bagus, HMS diangkat sebagai Kepala Bagian Humas Kabupaten Jayapura hingga terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten.

 

Ketika menjabat Bupati Jayapura, banyak pihak datang ‘berguru’ kepadanya, karena sukses melaksanakan Program Pemberdayaan Distrik (PPD) yang kemudian diubah menjadi Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung (PPDK). Program tersebut kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul ‘’Suara Hati yang Memberdayakan’’

“Saya mendukung sepenuhnya tagline paslon Wempi-Habel ini yaitu : Papua Cerdas ini. Yakni saya teringat dengan apa yang Bung Karno lakukan untuk memajukan pendidikan di Papua.

 

Bung Karno mengutus salah satu putera terbaik bangsa di bidang pendidikan saat itu, yakni Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia, Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja untuk mendidik para guru di seluruh wilayah Papua. Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja ditugaskan langsung oleh Bung Karno untuk menjadi Rektor pertama Universitas Cendrawasih di Jayapura dimana fakultas pertama yang didirikan di Universitas Cenderawasih adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,” ungkapnya.

 

Diakui, Belajar dari strategi pembangunan Papua oleh Bung Karno, Wempi percaya jika Papua ingin sejahtera dan maju maka Sumber Daya Manusia Papua harus cerdas. Pendidikan adalah kunci kemajuan bagi Papua.

 

 

“Kepada Seluruh anggota, kader dan simpatisan partai di provinsi tersebut, saya minta untuk turun, dan mendengarkan harapan rakyat. Tangkaplah intisari harapan rakyat. Ketika saatnta tiba, keputusan itu akan diambil, maka saya ingin tahu apakah masyarakat Sumut yang dikenal terbuka itu benar-benar bisa bekerja sama dengan pemimpin yang membawa amanah untuk rakyat, untuk masa depan anak-anaknya, untuk Indonesia Raya tercinta,”  tuturnya.

John Wempi Wetipo, selaliu tampil dengan ceria dan membangun motivasi dan berkarya nyata dalam pelayanan dan kerja pemerintahan. (istimewa)

Megawati Soekarnoputri berharap, agar mereka saling bekerja sama, membangun wilayahnya dengan tata wilayah yang ramah lingkungan; menerapkan politik tata ruang melalui pendekatan yang menyeluruh untuk keberlangsungan masa depan.

 

“Kepada seluruh anggota dan kader Partai saya instruksikan untuk menjalankan instruksi ini dengan sebaik-baiknya dan mari menangkanlah para calon tersebut dengan cara gotong royong. Bekerjalah dengan penuh keyakinan politik, tanpa mengenal lelah, dan dengan elan perjuangan yang berkobar-kobar,,” tandasnya. (*)