Hari ini, PDI – P Umumkan Cagub – Cawagub Papua, Siapa eh.. ???

0
28
Bakal Calon Gubernur Papua – Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   – Hari ini, Kini berita dukungan para calon atau bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dari Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI – P) telah beredar dan masyarakat ingin mendengar informasi kemana dukungan ini diberikan.

Sebagaimana informasi yang beredar, tertulis Mengundang teman-teman wartawan untuk hadir dalam pengumuman Cagub-Cawagub 4 Provinsi yang diusung PDI Perjuangan, yakni,  1.  Jawa Tengah,  2. Sumatera Utara, 3. Papua dan 4. Lampung.

Pengumuman langsung disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Jakpus, Kamis, 4 Januari 2018 pukul 12.30 Wib.

Informasi ini sempat dikonfirmasi kepada Ketua PDI – Perjuangan Provinsi Papua, namun belum ada jawaban.

Berbagai spekulasi dimunculkan para elit, namun semua harus bersabar. Salah seorang petinggi PDI Perjuangan menyampaikan, kalau penetuan nama – nama tersebut  dengan bercanda dirinya menyebutkan hanya Ibu Mega dan Tuhan saja yang tahu.

JWW Saat mengambil formulir di kantor PDI – Perjuangan Provinsi Papua. (Istimewa)

Kini di Papua muncul dua nama yang lagi santer menjadi pemberitaan dan buah bibir pembicaraan masyarakat, yakni Lukas Enembe (Gubernur Papua)  dan John Wempi Wetipo (Bupati Kabupaten Jayawijaya) tampil kepermukaan dalam berbagai kampanye dan deklarasi akan maju sebagai bakal calon Gubernur Papua untuk Pemilihan Gubernur Papua 2018.

Sekilas beberapa pandangan masyarakat hingga para elit lokal yang di unggah melalui facebook, sebagaimana Facebook Ismail Asso menuturkan, pada tanggal 23 Agustus 2017, yakni  Kaka Lukas Enembe luar biasa hebat, sebagai Gubernur dan Calon Gubernur Propinsi Papua, membuktikan dirinya sebagai salah satu kalau bukan satu-satunya, Tokoh Politik terbaik bagi rakyat Papua,”

Ditambahkan,  hal ini dibuktikan dengan dukungan rakyat Papua utamanya Parpol, terlepas “ada faktor x”, hampir seluruh Parpol di Pusat mendukung agar melanjutkan kepemimpinan 5 tahun kedepan Prop Papua.

“Namun dari segi pembangunan demokrasi Papua cara elit Parpol demikian sejatinya merusak tatanan demokrasi karena tak memberikan kesempatan calon lain untuk maju agar boleh membuktikan dirinya juga mampu, untuk itu biarlah saya mendukung JWW, tapi tetap menghormati Kaka Lukas Enembe yang Papua sentrisnya yang saya sukai,” tutur Ismail Asso, yang juga Tokoh Intelektual Muda Papua asal Pegunungan Tengah Papua, dalam laman facebooknya.

Tim Koalisi dan Pasangan Calon Bakal Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe – Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, saat deklrasi. (istimewa)

Berbeda dengan Facebook Saly Maskat, dalam postingannya tertanggal 18 Desember 2017, yakni “PDI Perjuangan tentu berhitung menang, kader memang jadi pertimbangan utama, tapi peluang menang kalah juga akan jadi pertimbangan kuat, bisa di lihat dari pola dukungan PDI Perjuangan di beberapa daerah di Indonesia, yang memilih ‘nomor duakan” kader dan memberikan dukungan kepada kandidat non kader yang memiliki elektabilitas tinggi dan berpeluang menang di atas kertas, termasuk di Papua, karena dari tiga nama yang mencuat saat ini dan menyatakan siap maju di Pilgub Papua, yakni Lukas Enembe (LE) , John Wempi Wetipo (JWW) dan Ones Pahabol, di atas kertas LE unggul telak.

 

Sementara itu, Bakal Calon Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo selalu menyatakan dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Papua untuk masa bakti 2018-2023 dan siap menang dan mengalahkan Lukas Enembe bila dia akan maju lagi dalam pilgub Papua 2018.

“Saya mencalonkan pilgub Papua untuk meraih kemenangan bukan untuk kalah, sehingga harus menyiapkan diri bertarung ingin meraih kemenangan,”kata dalam sebuah wawancara, pada Juli 2017 lalu.

Kaka Lukas Enembe, saat tiba di kantor PDIP Papua dan disambut pengurus partai untuk ambil formulir pendaftaran Calon Gubernur Papua 2018. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Dengan dibantu enam elemen tim relawan John Wempi Wetipo siap memenangkan pada pertarungan Pilkada 2018 mendatang. John Wempi Wetipo sangat ingin menjadi orang nomor satu di Tanah Papua, sebab komitmen menyatukan masyarakat Papua tanpa melihat perbedaan daerah gunung dan pesisir saling mempunyai egonya masing-masing.

Jhon Wempi Wetipo  mengatakan “Sebenarnya ini bukan pertama kali saya lakukan. Konferda PDI Perjuangan sudah mengamatkan saya untuk diusung maju menjadi calon Gubernur Papua tahun 2018. Pemimpin itu harus diperkenalkan kepada rakyat,” katanya.

John Wempii Wetipo bersama Komarudin Watubun, selaku DPP PDIP yang juga wakil rakyat di DPR RI dan Sejumlah Petinggi PDI Perjuangan, yakni Ketua PDI – P Papua, dalam sebuah Kegiatan. (ISTIIMEWA)

 

Tim relawan telah mengusung dirinya JWW menjadi calon gubernur Papua masa bakti 2018 – 2023. Ini sangat luar biasa dan tidak akan saya sia-siakan. Saya juga sangat berterimakasih banyak kepada Tim relawan yang telah mempercayakan kepada dirinya untuk maju dalam pilgub Papua 2018 yang akan datang.

JWW dikabarkan mendapat dukungan dari Partai PDI Perjuangan, terutaa dirinya JWW selaku kader PDI P yang juga Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Jayawijaya ini, selanjutnya Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo Papua, dengan mengambil Habel Melkias Suwae (Mantan Bupati Jayapura), sebagai bakal calon wakil Gubernur Papua.

Bakal Calon Gubernur Papua, Ones Pahabol dan Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Petrus Mambai, kedua maju siap maju jalur independen dengan moto “Memimpin Dari Pinggir”, pasangan ini sempat deklarasi di aula Uncen pada Akhir Tahun 2017. (istimewa)

Sementara itu, Pasangan petahana, Lukas Enembe,SIP,MH dan Klemen Tinal,SE,MM secara resmi dideklarasikan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023 di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih, Jayapura, Jumat (29 Desember 2017) di hadapan kader dan simpatisan partai pendukung.

Pasangan petahana ini didukung 10 partai dengan B1-KWK yakni  Partai Demokrat (16 Kursi), Golkar (6 kursi), Partai Hanura (5 kursi), Partai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (4 kursi), Partai Amanat Nasional (PAN) (2 kursi),Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) (2 kursi), Partai Nasdem (3 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (3 kursi) dan Partai Bulan Bintang (PBB) (non seat).

 

Sebagaimana  dijelaskan, bahwa  dengan demikian maka hingga kini tersisa 13 kursi DPRP yakni PDI Perjuangan (7 kursi) dan Partai Gerindra (6 Kursi) yang masih belum menentukan usungan dalam pilgub 2018.

 

Dengan akumulasi 43 kursi di DPR Papua, Koalisi Papua Bangkit Jilid II ini siap menatap pendaftaran Pilgub 2018 mengingat syarat untuk mendaftar calon gubernur dan calon wakil gubernur minimal mendapat dukungan parpol 15 persen suara dari jumlah kursi atau 15 persen dari suara sah di DPR Papua. Saat ini jumlah kursi di DPR Papua sebanyak 56 kursi.

Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH mengungkapkan meskipun mendapat dukungan dari 10 partai politik dengan total 43 kursi, tetapi pihaknya tetap “rendah hati” membuka diri bagi partai PDI Perjuangan dan Partai Gerindra dengan niat mulia membangun tanah Papua.

Lukas Enembe bersama Ones Pahabol, usai fit and proper test di PDI Perjuangan. (Istimewa)

“Hari ini (kemarin,red) saya dan saudara Klemen dan partai pendukung resmi deklarasi Papua Bangkit Jilid II dan kami siap untuk memenangkan Pilgub Papua tahun depan,”ungkapnya didampingi Klemen Tinal, SE, MM, Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II, Mathius Awoitauw,SE,MSi, dan Ketua Tim Kampanye Papua Bangkit Jilid II, DR Yunus Wonda kepada wartawan di GOR Cenderawasih Jayapura, kemarin.

Hingga kini, dariberbagai nama – nama kader terbaik Papua yang muncul dan menyatakan maju dalam Pemilihan Gubernur Papua adalah Ones Pahabol – Petrus Mambay, Lukas Enembe – Klemen Tinal dan Jhon Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. Memang selain nama – nama tersebut beberapa kader terbaik Papua sempat muncul namun tidak begitu nampak.

Lukas Enembe bersama Lennys Kogoya dan Alberth Yoku dan sejumlah orang penting kader terbaik anak asli Papua, saat mengikuti fit and proper test di PDI Perjuangan di Jakarta. (Istimewa)

Terpenting siapapun yang maju adalah kader terbaik Papua, sehingga mari bijaksana saling berpartisipasi dalam pesta demokrasi, yakni menentukan pilihan terbaik sesuai hati nurani. Pilihan kita menentukan pemimpin terbaik untuk lima tahun terbaik kedepan. Salam Demokrasi Negeri Cenderawasih. (Eveerth Joumilena )