Gubernur Papua Nilai Potensi Wisata Hiu di Nabire Bisa Mendunia

Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat memberikan keterangan. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gubernur Papua, Lukas Enembe menilai potensi wisata hiu di Kabupaten Nabire bakal mendunia bila dikelola dan dipromosikan secara maksimal kepada dunia luar. Apalagi hewan laut hiu itu, tak pernah berpindah dan hanya berkembang biak di perairan laut Nabire.

Berkenaan dengan hal itu, pihak mengimbau pemerintah kabupaten setempat agar dapat memikirkan satu formula yang tepat untuk mempromosikan potensi wisata hiu Nabire.

“Sebab saya rasa pengembangan wisata hiu Nabire ini akan sangat menarik minat para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri”.

“Apalagi wilayah Nabire ini berdekatan dengan Biak, Serui, Waropen serta sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Barat, seperti Teluk Wondama kemudian Kaimana,” terang Gubernur Lukas dalam satu kesempatan di Jayapura, kemarin.

Dia katakan, baru-baru ini Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nabire dalam rangka peresmian PLTMG Kalibobo, Nabire, RSUD Regional Mee Pago serta peninjauan Bandara Douw Atarure dan Pelabuhan Samabusa.

Perhatian Presiden terhadap Nabire dan Papua secara kseluruhan, diapresiasi karena merupakan bentuk komitmen yang ingin berkunjung serta membangun bumi cenderawasih, agar dapat mengejar ketertinggalan dari provinsi lainnya di Indonesia.

Sehingga melalui momentum kunjungan Presiden Joko Widodo itu, diharapkan dapat memacu peningkatan angka kunjungan wisatawan dalam negeri maupun manca negara di Kabupaten Nabire.

Seorang Warga Papua sedang berenang bersama Ikan Hiu di Nabire. (Facebook Yawei)

“Apalagi sudah dibangun bandara Internasional Douw Aturure. Lalu sudah ada pula Pelabuhan Samabusa, sehingga dapat menunjang program tol laut dari Presiden Joko Widodo. Ini berarti akses ke Nabire terhubungkan baik melalui darat maupun laut secara maksimal”.

“Namun diharapkan pula pemerintah kabupaten setempat untuk mendukung program Presiden serta meningkatkan potensi kekayaan alam dan wisata, agar bisa dijual keluar daerah,” harapnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...