Polda Papua Gelar KKR Bersama Masyarakat Jayawijaya Untuk Pilkada Damai 2018

0
94
Suasana Ibadah Natal dan KKR bersama masyarakat Jayawijaya. (Istimewa)
Bingkisan Natal Polda Papua kepoada masyarakat Wamena. (istimewa)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Masyarakat Wamena dalam rangka Pilkada damai dan demokratis di tahun 2018.

 

 

Kepolisian Daerah (POLDA) Papua menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Perayaan Natal bersama masyarakat Jayawijaya, tepatnya di Gedung Ukumearek Asso, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (23/12)

 

Kebaktian Kebangunan Rohani Untuk Pilkada Damai. (Istimewa)

Turut hadir Kepala Biro Ops Polda Papua Komisaris Besar Polisi Drs. Kharles Simanjuntak, SH, M.Hum mewakili Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Drs. Boy Rafli Amar, M.H, Perwakilan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya beserta jajarannya, Dan Yon 756 Jayawijaya beserta jajarannya, Ketua DPRD Kabupaten Jayawijaya, Kajari Kabupaten Jayawijaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan,, Ketua, Ketua PGGJ, dan Ketua LMA serta masyarakat Kabupaten Jayawijaya.

 

Kegiatan dimulai dengan nyanyian puji-pujian, dilanjutkan dengan Vocal Grup Yonif 756 Jayawijaya, Paduan Suara anak-anak Panti Asuhan Pelangi Dua Wamena dan Paduan Suara PAM GKI Betlehem Wamena, penyalaan lilin natal serta penyampaian firman oleh Ibu Pdt. Hendrika Yovania Karubaba.

 

Dalam Khotbahnya, Pdt. Hendrika menjelaskan, bahwa kita harus menghadirkan damai dalam kehidupan sehari-hari, dalam pekerjaan, dan dalam segala hal.

Suasana Ibadah Natal dan KKR bersama masyarakat. (Istimewa)

“Damai sejahtera yang datang dari dunia ini tidak sama dengan damai sejahtera yang datang dari kristus. Damai dari Dunia hanya bersifat sementara, damai dari kristus membuat manusia itu hidup tenang bersekutu dengan Tuhan, hingga ia dapat bersukacita dan mengasihi sesamanya”, ujar Hendrika.

 

Lanjutnya, melalui perayaan Natal Tahun 2017 kita bertekad mewujudkan suasana Pilkada Tahun 2018 yang aman, damai, dan demokratis di Tanah Papua.

 

“Karena kita mengikuti teladan Kristus yang mendamaikan, kita tidak terpengaruh dengan kondisi yang ada, kita hadirkan damai itu dalam tugas pekerjaan kita sehingga pilkada itu boleh berjalan dengan baik dan masyarakat harus mendukung itu, yaitu masyarakat yang sudah dibangun imannya di dalam kristus”, ungkapnya.

 

Dalam sambutannya, Kapolda Papua yang diwakili Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol Kharles Simanjuntak mengatakan, kita ada di dunia ini karena rencana Tuhan, kenali jati diri kita sehingga kita bisa mengisi hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan.

Suasana Ibadah Natal dan KKR bersama masyarakat Jayawijaya. (Istimewa)

“Kita ada di dunia ini bukan kebetulan, kita ada karena rencana Tuhan, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, itu adalah rancangan Tuhan yang luar biasa. kita harus mengerti jati diri kita. Bukan harta bukan materi yang harus kita cari, tapi siapa Tuhan kita. Kenali jati diri kita sehingga kita bisa mengisi hidup kita sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan,” ungkapnya.

 

Lanjutnya, TNI maupun POLRI memiliki keterbatasan baik dalam kemampuan maupun persenjataan oleh karena itu kekuatan kita dalam menciptakan suasana damai adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

“kita bertugas harus mengandalkan Tuhan, hikmat dunia tidak bisa, harus hikmat Tuhan yg menolong, pendekatan terhadap gereja harus menjadi prioritas baik itu oleh POLDA, POLRES, maupun POLSEK.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Masyarakat Jayawijaya dalam rangka Pilkada damai dan demokratis 2018. Tampak Kepala Biro Ops Polda Papua Komisaris Besar Polisi Drs. Kharles Simanjuntak, SH, M. Hum., saat membawakan sambutannya. (Istimewa)

Selain itu Kombes Pol Kharles berharap, masyarakat Jayawijaya boleh bersama-sama bersinergi untuk menjadikan daerah Kabupaten Jayawijaya aman dan damai. Kalau kita saling mengasihi itu tandanya kita murid Yesus. Tuhan kita adalah raja damai, kita adalah anak Tuhan yang harus mau damai.

 

“saya yakin ke depan akan terjadi perubahan di Wamena, yang kita perangi bukan manusianya tetapi roh-roh jahat yang mempengaruhi pikiran manusia,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut diberikan bingkisan Natal secara simbolis kepada anak – anak asli masyarakat Kabupaten Jayawijaya. (Fransisca / LintasPapua.com)