Bupati Awoitauw Deklarasikan Gepak, Berantas Korupsi Dimulai dari Keluarga

0
319
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Pemberantasan dan juga pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga. Hal tersebut karena peran keluarga menentukan karakter dan sikap seseorang.

Selain itu, karena peran keluarga adalah benteng utama untuk menangkal tindakan-tindakan yang berpotensi terjadinya korupsi dengan mendidik anak dalam keluarga.

Hal itu di sampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., saat memberikan arahan dalam peringatan Hari Ibu ke-89 Tahun 2017 dan Deklarasi Gerakan Perempuan Anti Korupsi (Gepak) Kabupaten Jayapura Tahun 2017, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (18/12/2017) lalu.

“Gerakan pencegahan korupsi harus di mulai dari keluarga. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada ibu-ibu. Apalagi dari kesibukannya yang boleh terbilang banyak, namun dapat meluangkan waktu untuk merayakan Hari Ibu ke-89,” ujarnya.

Bupati Mathius menyebutkan, bahwa pada prinsipnya kaum ibu dan anak adalah kelompok yang solid, serius dan kreatif. Sehingga dalam keseharian kelompok ini mampu menghadirkan nuansa baru dalam kehidupan keluaraga dan lingkungan.

Dirinya juga mengatakan, dalam keluarga berdasarkan pengalaman hidup sering di temui bahwa ibu memiliki peran sentral untuk mengurus semua urusan rumah tangga, sehingga di sini seorang ibu dapat menempatkan diri secara proporsional dan bukan saja sebagai seorang ibu rumah tangga.

“Tetapi, juga sebagai pembimbing dan penasihat bagi suami dan anak-anak.
Artinya, dalam nasihat dan bimbingan seorang ibu dapat menyampaikan hal-hal positif yang dapat di lakukan untuk terhindar dari prilaku yang berpotensi terjadinya kesalahan-kesalahan oleh anak ataupun suami dalam aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jayapura, Agnes Anetha Mambiew Hikoyabi, S.Pd menegaskan, komitmen perempuan di daerah ini telah menyatakan tekad untuk memerangi korupsi melalui wadah yang baru di bentuk ini.

“Kami selaku ibu-ibu harus memberikan dukungan yang serius kepada bapak-bapak dalam membangun daerah ini kedepan. Sebab, tanpa ada peran aktif dari kami selaku kaum ibu maka pembangunan sulit untuk bergerak maju,” tegasnya.

Agnes yang juga Kepala SMAN 1 Sentani itu meminta, usai dari peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017 ini, perempuan di Kabupaten Jayapura dapat di berikan ruang oleh pemerintah untuk mengembangkan karier dan taraf hidup melalui karya nyata di tengah-tengah masyarakat. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here