Pemutakhiran Data Pemilih di Keerom Sangat Penting Untuk Pilgub

0
3
Wakil Bupati Keerom saat membuka kegiatan ‘Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017’ yang digelar KPU Keerom, kemarin. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)
Rapat Koordinasi KPU Keerom (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

KEEROM (LINTAS  PAPUA)  –  Dalam rangka menyamakan persepsi tentang pemutakhiran data pemilih yang ada di Keerom dalam rangka Pilgub Tahun 2018 mendatang, KPU Keerom menggelar ‘Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017.’

KPU Keerom menggelar kegiatan tersebut di Aula Kantor Perbatasan Kabupaten Keerom pada Rabu (13/12/2017). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Keerom, Muh . Markum SH, MH, MM, yang juga membuka kegiatan tersebut dengan melakukan pemukulan tifa.

Wakil Bupati Keerom, pada sambutannya menyampaikan pesan dari Bupati Keerom yang menyampaikan bahwa kegiatan pemutakhiran data pemilub menjelang pelaksanaan pemilihan adalah hal yang memegang peranan penting.

‘’Seperti yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu, KPU dan penyelenggara pemilihan serta pihak terkait agar dalam pemilihan mendatang, soal data kependudukan atau data pemilih ini menjadi perhatian utama, salah satu yang dingatkan untuk menjadi perhatian adalah soal migrasi atau perpindahan penduduk, bukan hanya antar provinsi atau kabupaten bahkan dalam kabupaten, karena ini menimbulkan potensi masalah kalau tak diantisipasi,’’ungkapnya pada kesempatan tersebut.

Wakil Bupati Keerom saat membuka kegiatan ‘Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017’ yang digelar KPU Keerom, kemarin. (Rif / Koran Harian Pagi Papua)

Sementara itu, Ketua KPU Keerom, Bonefasius Bao, SIP, MA, mengemukakan bahwa kegiatan digelar sesuai UU no 6 Tahun 2010 tentang akurasi dan validasi data kependudukan yang update. ‘’Selain itu kegiatan ini untuk menyamakan persepsi, cara pandang terhadap masalah-masalah kependudukan yang dihadapi perangkat di daerah-daerah masing,’’ungkapnya.

Ditambahkan dengan nara sumber yang ada yaitu dari Capilduk dan dari DPMK, maka diharapkan para perangkat kampung, distrik dan dari kedua SKPD bisa saling berbagi, saling cros cek, dan analisis serta cara pandang yang sama terhadap suatu masalah kependudukan atau data pemilih di wilayah masing-masing. (Rif  / Koran Harian Pagi Papua)