Mathius Awoitauw Dukung Pernyataan Gubernur Soal Pemimpin Harus OAP

0
3
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, angkat bicara soal pernyataan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H., yang meminta partai politik (Parpol) yang ada di Papua harus mendorong kader Orang Asli Papua (OAP) sebagai pemimpin di Tanah Papua.

Pernyataan ini di sampaikan Gubernur Papua saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura serta Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Intan Jaya, di Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok II Jayapura, Selasa (12/12/2017) lalu.

Dia mendukung pernyataan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H., yang menekankan soal partai politik di Papua harus mendorong kader Orang Asli Papua (OAP) sebagai pemimpin di Tanah Papua.

Ya, kita selalu dorong orang-orang Papua semua selama ini yang dari NasDem. Kita pada dasarnya mendukung, karena itu mungkin kami harus punya strategi untuk melihat orang Papua yang memenuhi kapasitas tertentu dan mungkin juga perlu ada survei dari semua orang, kata Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menjawab pertanyaan wartawan harian ini, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/12/2017) sore lalu.

Karena memang rata-rata kalau dari segi modal memang kurang. Tetapi, kapasitas dan kompetensi yang ada mungkin itu yang kita coba melihat melalui survei dan melalui informasi yang jelas, sambung Mathius yang juga Bupati Jayapura.

Pimpinan Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe dan Carolus Bolly selaku petinggi Demokrat Papua dan Pimpinan Partai NasDem Papua, Mathius Awoitauw, saat bersama menerima rekomenfdasi untuk Lukas Enembe didukung kembali dalam pencalionan Gubernur Papua 2018. (istimewa)

Mathius menuturkan, pihaknya telah menerapkan hal ini di Partai NasDem. Pemimpin yang di usung adalah OAP yang memiliki karakter bagus.

“Ketika kita bicara gerakan perubahan restorasi Indonesia, berarti orang-orangnya yang akan (di usung) harus memiliki kemampuan yang baik, memenuhi dan juga memiliki karakter yang baik. Karena di akan menjadi contoh bagi masyarakat, bagaimana mau melakukan perubahan kalau dia sendiri tidak bisa berubah ke hal yang baik,” tuturnya.

Mathius mengaku, dalam mengusung setiap calon kepala daerah dan wakil kepala daerah baik kabupaten/kota, Partai NasDem tidak pernah memungut biaya dari pasangan calon (Paslon). Hal ini untuk memberikan peluang bagi orang-orang baik untuk maju menjadi pemimpin.

“Bukan masalah duit (uang), tetapi orang-orang yang terpanggil dan juga punya hati untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh. Orang-orang seperti itulah yang akan kita rekrut, karena partai NasDem ini tidak pakai duit. Banyak sekali orang baik yang tidak punya duit. Untuk itu, partai ini hadir bisa memberikan ruang kepada mereka untuk menjadi pemimpin. Saya pikir kuncinya di situ saja,” bebernya.

Selama ini yang partai NasDem dukung itu hampir rata-rata di luar dari kadernya, kami punya pengalaman mendukung berbagai kepala daerah, juga ada kader kami yang mencalonkan diri. Tetapi, kita lihat kualitasnya, terus orang Papua nya, terus kemungkinan besar orang itu menang.

 

“Nah, itu yang menjadi pertimbangan, dan biasanya menjadi perdebatan kami. Namun ini yang harus kita yakinkan bahwa kita mau orang-orang terbaik yang memimpin daerah ini,” tutupnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat membacakan sambutan dalam pelantikan Bupati Jayapura dan Bupati Intan Jaya di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, (Irfan)

Sebelumnya di beritakan, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H, meminta partai politik (Parpol) yang ada di Papua harus mendorong kader Orang Asli Papua (OAP) sebagai pemimpin di Tanah Papua.

Pernyataan ini di sampaikan Gubernur Papua saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dua kepala daerah dan wakilnya, yakni Bupati dan Wakil Bupati Jayapura serta Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Intan Jaya, di Sasana Krida Kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok II Jayapura, Selasa (12/12/2017) lalu. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)