Selasa Depan, Balai Adat Kampung Meukisi Siap Diresmikan

0
181

 

Kepala Distrik Yokari, Johannes Mandowally, SH., saat mengarahkan Bupati Jayapura yang baru tiba di Kampung Meukisi, sebelum dilakukan peresmian. dalam kesempatan lainnya. (istimewa/Sabri M. Nur Facebook)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, akan meresmikan Balai Adat Kampung Meukisi, Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura, pada Selasa (19/12/2017) mendatang.

 

 

 

 

 

 

Demikiain di sampaikan Kepala Distrik (Kadistrik) Yokari, Johanes Mandowally, SH, MH, ketika di konfirmasi wartawan harian ini usai bertemu Bupati Jayapura guna menyampaikan perihal acara peresmian balal adat tersebut, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/12/2017) siang.

 

 

Kampung Meukisi, dengan keindahan laut saat memasuki lokasi kampung dengan perahu jonson wallytu dan iris bay atau speadboat. (Eveerth Joumilena)

 

Kadistrik Johanes Mandowally mengungkapkan, pembangunan balai adat Kampung Meukisi tersebut di kerjakan sejak bulan Agustus 2017 lalu, dan baru saja selesai di kerjakan.

 

BATU LINGKARAN. (Batu adat masyarakat) Suasana Masyarakat Adat di Kampung Meukisi. (Eveerth Joumilena)

 

Peresmian balai adat tersebut, katanya, di rencanakan peresmiannya pada minggu lalu, hanya karena menunggu proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura.

KAMPUNG PASIR PUTIH MEUKISI, DISTRIK YOKARI, KABUPATEN JAYAPURA, PAPUA.  (Eveerth Joumilena)

“Sehingga ketika beliau (Bupati Jayapura) sebagai pencetus kampung adat itu sudah di lantik, maka kami berkewajiban untuk menyampaikan secara resmi kepada pak Bupati untuk dapat hadir dan sekaligus meresmikan balai adat tersebut,” kata Johanes sembari menyampaikan bahwa balai adat Kampung Meukisi ini akan di resmikan pada Selasa (19/12/2017) nanti.

Kampung Meukisi, nampak pelabuhan dan kapal speadboat depan kampung tersebut. (Eveerth Joumilena )

“Balai adat ini dalam konteks adat itu berbicara tentang hak-hak kelautan dan berbicara tentang menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dengan tetap menjaga kelestarian laut. Jadi, tidak boleh ada penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak bom dan tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan Undang-Undang (UU) atau illegal. Supaya kita punya laut ini bisa di nikmati oleh generasi-generasi yang akan datang,” kata Johanes Mandowally. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)