KAPP Gelar Konferensi Bahas Masalah Ekonomi Papua

0
12

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kamar Adat Pengusaha Papua mengelar Konferensi(KAPP)III Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) se-Tanah Papua akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 12-13 Desember 2017.

 

Adapun konferensi Bertemakan Bersatu, Bangkit, dan Berjuang Bersama Untuk Kebangkitan Ekonomi Orang Asli Papua. kegiatan dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Naomi Selan, SH, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP).penyerahan Pergub Papua No. 45 Tahun 2017 tentang Pengusaha Adat Kamar Papua dari Dra. Rika Monim, MM (Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Papua) kepada Willem Howay (Ketua KAPP Kabupaten Mimika).

 

Ketua Panitia, Benyamin Gurik, S.IP menyampaikan,  perlu panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME, karena atas berkat rahmatnya kita bisa berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan kegiatan Konferensi III Kamar Adat Pengusaha Papua.

“Kegiatan ini dilaksanakan lebih cepat karena adanya keterbatasan anggaran dan dana dari masing-masing, sehingga kegiatan ini sangat mendesak dan penting untuk dilaksanakan demi kemajuan KAPP kedepan,” katanya.

Disampaikan, bahwa alasan kegiatan dilaksanakan lebih awal adalah karena tahun depan kita akan menghadapi Pilgub Papua sekaligus sebagai langkah konsolidasi, sehingga harapannya kedepan KAPP sudah mempunyai Pengurus yang tetap dan tidak terganggu oleh Agenda Politik Nasional.

 

“Kita berharap setelah kegiatan selesai dilaksanakan dengan berbagai keputusannya, kita dapat segera menyerahkan hasilnya kepada Pemerintah Provinsi Papua,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Papua, Dra. Rika Monim, MM sekaligus membuka kegiatan secara resmi ditandai dengan Pemukulan Tifa.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rika Monim mengatakan, bahwa KAPP adalah Organisasi yang mandiri dalam Keorganisasian dan menjadi mitra bagi Pemerintah Provinsi Papua yang sudah disahkan dalam Pergub Papua No. 45 Tahun 2017 tentang Pengusaha Adat Kamar Papua.Ini merupakan langkah awal dan memerlukan kerja keras dalam memajukan Pengusaha Asli Papua.

“Sehingga Pengusaha Orang Asli Papua harus terus menggalang seluruh Pengusaha di daerah mulai dari Tingkat Mikro maupun Makro,” ujar Rika Monim, dalam membaca sambutannya.

Disampaikan, bahwa KAPP adalah Honay yang menjadi tempat bagi semua Pengusaha untuk membicarakan masalah, membicarakan ekonomi masyarakat Papua, kiranya KAPP dapat menjadi Organisasi positif dalam bingkai NKRI.Seiring dengan rencana pembangunan Provinsi Papua kedepan, maka diperlukan kerja sama dengan Pengusaha Non Papua.

 

“Sehingga, hal seperti sangat baik untuk dilakukan khususnya dalam mengambil langkah-langkah yang nyata bagi Pengusaha Muda Orang Asli Papua.KAPP juga harus mendorong Pengusaha Muda Orang Asli Papua untuk dapat bersaing dalam memajukan ekonomi masyarakat, daerah dan nasional serta melahirkan program-program yang mendukung visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” tandasnya. (Fransisca /LintasPapua.com)