ITB Berikan Penghargaan Rating Ekonomi Cerdas ke Pemkot Jayapura

0
322
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM menerima tiga kategori penghargaan Smart City yang diberikan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Dr Frans Pekey, MSi, yang terdiri dari Rating Ekosistem Inovasi, Rating Ekonomi Cerdas (Smart Economy), dan Rating Mobilitas (Smart Mobility). (Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM menerima tiga kategori penghargaan Smart City yang diberikan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Dr Frans Pekey, MSi, yang terdiri dari Rating Ekosistem Inovasi, Rating Ekonomi Cerdas (Smart Economy), dan Rating Mobilitas (Smart Mobility).

“Pesan Wakil Presiden bahwa penghargaan smart city bukanlah tujuan akhir, ini hanya menjadi tools untuk mewujudkan tujuan akhir dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, beliau juga berpesan untuk tidak berbangga jika banyak alat teknologi yang terpasang namun tidak dimaksimalkan,” katanya menyerahkan tiga kategori penghargaan smart city di sela-sela acara Monitoring Meja di Aula Sian Sioor, Kamis (14/12/2017).

 

Pemerintah pusat melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Intitut Teknologi Bandung, mempromosikan bagaimana agar kota-kota di Indonesia berkompetisi dan berkolaborasi mewujudkan kota cerdas. Setiap dua tahun sekali, ITB dipercayakan untuk melakukan rating atau pemeringkatan terhadap kota-kota di Indonesia. Pada tanggal 2 Agustus 2017 telah dilakukan survei dan pengambilan data untuk dilakukan rating.

Kota Jayapura (potretanakmelanesia.blogspot.co.id)

Ada 13 kategori yang disampaikan, namun rata-rata kota belum mencapai kaulifikasi smart city. Akan tetapi, penilaian untuk semua kota dikatakan menuju kota cerdas, termasuk kota Surabaya dan Bandung.

Ke depannya, Asisten III berharap apa yang pemerintah sudah perbuat dari aspek inovasi dari masing-masing OPD tapi belum ada integrasi dan keberlanjutan. Pemkot belum optimal untuk melibatkan sektor swasta dan peran aktif masyarakat, jika terdapat integrasi dan konektifitas di dalamnya maka bisa mewujudkan smart city.

Program ini atas kebijakan Wali Kota Jayapura menjadi program strategis dalam RPJMD 2018-2022. “Awal tahun 2018 kita akan melakukan MoU dengan ITB untuk mendorong kekurangan sehingga kita bisa menyusun route map pengembangan smart city ke depannya,”katanya.(Humas Setda Kota Jayapura)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here