Gubernur Lukas Enembe Minta Aparat Keamanan Tidak Jual Miras di Papua

Ilustrasi Minuman Keras jenis bir dan lainnya. : ribuan botol miras yang dimusnahkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, beberapa waktu lalu. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

MULIA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua menyoroti oknum aparat keamanan di bumi cenderawasih yang justru diduga mendalangi penjualan minuman keras (miras), meski sudah ada aturan perundang-undangan yang melarang peredaran maupun penjualan barang haram itu.

Menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, baik kepala daerah maupun aparat TNI/Polri, beberapa waktu lalu sudah sepakat menandatangani pakta integritas pelarangan penjualan dan peredaran miras.

Hanya saja dia menilai, ada pihak yang sengaja bermain-main dengan kebijakan itu. Apalagi baru-baru ini, ada pesawat Hercules milik TNI AU yang kedapatan membawa masuk miras jenis vodka dalam jumlah yang banyak ke Kabupaten Jayawijaya.

“Mereka sepertinya tidak sepakat dengan regulasi yang ditetapkan untuk pelarangan miras. Padahal kami sudah bicara dimana-mana, tetapi masih saja ada yang jual miras. Ini sebenarnya yang main (menjual miras) TNI, Polri atau pengusaha,” ucap Lukas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (7/12/2017).

Lukas pada kesempatan itu minta, agar miras tak sampai masuk di Kabupaten Puncak Jaya. Bupati dan wakil bupati terpilih diminta memperketat pengamanan pada sejumlah pintu masuk seperti bandara, hingga ke distrik maupun kampung-kampung.

“Saya minta bupati dan wakil bupati serta forkompin maupun seluruh komponen masyarakat, untuk mendukung pemberantasan dan pelarangan miras. Ini tujuannya dalam rangka memproteksi masyarakat Puncak Jaya,” ucapnya.

Ia juga mengimbau aparat keamanan yang bertugas di Puncak Jaya agar tak mencari uang dengan menjual miras yang berpotensi membunuh orang asli Papua.

Sebelumnya, Sebanyak 8835 botol dan kaleng miras yang dimusnahkan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Rabu kemarin.(Erwin)

“Cari uang bukan dengan menjual miras tempatnya bukan di Papua. Karena itu, saya minta pak Dandim Puncak Jaya tolong bantu awasi jika ada anggotanya yang menjual miras, tidak usah (ditugaskan) disini. Untuk apa bertugas dan berkantor di Puncak Jaya tapi jual miras. Tak boleh disini,” katanya.

“Tuhan itu luar biasa pernah jatuhkan pesawat polisi karena bawa miras. Masih ingatkan kejadian kecelakaan pesawat milik Polri di Gunung Kembu. Itu bawa miras juga. Jadi ini tidak boleh terjadi lagi,” serunya.

Sebelumnya, TNI AU dikabarkan sedang melakukan penyelidikan tentang dugaan penyeludupan minuman keras melalui pesawat Hercules C-130 TNI AU, di Papua.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Jemi Trisonjaya mengatakan pihaknya akan mencari tahu jika ada anggotanya yang terlibat.

 

“Apabila diketahui ada yang bermain, maka konsekuensi personel tersebut akan di proses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tambahnya. (Erwin  / Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...