Diantar Kadis PU, Korban Pelemparan Asbak Cabut Laporan

Kadis PU Papua, Djuli Mambaya mendampingi Fadli Muchsin yang merupakan korban pelemparan Sekda Papua, saat hendak mencabut laporannya, di Mapolda Papua, Senin siang. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Korban pelemparan asbak oleh Sekda Papua, Fadli Muchsin, akhirnya mencabut laporannya, Senin (4/12/2017), setelah ada upaya mediasi yang difasilitasi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Djuli Mambaya.

Usai mediasi, korban yang juga bekerja sebagai konsultan di Dinas Pekerjaan Umum Papua tersebut langsung diantar Kepala Dinas Djuli Mambaya menuju Mapolda Papua guna mencabut laporannya.

Korban pun yang mendatangi ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua, langsung disambut penyidik.

“Saya datang untuk mengantar korban atas nama Fadli Muchsin guna mencabut laporan terhadap Sekda Papua. Alasannya karena kejadian itu salah pengertian. Korban juga tidak mengenal Sekda Papua sehingga melaporkannya,”ucap dia.

Masih dikatakan Djuli, korban Fadli Muchsin yang baru tiga bulan berada di Jayapura, ternyata belum mengenal Sekda Papua. Pihaknya pun tak mengetahui larangan merokok dan makan pinang di seluruh area perkantoran tingkat provinsi.

“Sehingga ketika Sekda lewat lalu melihat korban yang pada saat itu memakai baju dengan logo Dinas Pekerjaan Umum, pada akhirnya langsung mengambil tindakan mendisiplinkan”.

“Sebenarnya saya yang dulu juga bersama pak Sekda di Puncak Jaya, memahami betul watak dan karakter Sekda Hery Dosinaen dalam memimpin. Beliau terlihat seperti itu tapi begitulah caranya mendidik staf. Beliau sangat tegas dan penuh kedisiplinan terutama dalam mendidik bawahannya,” kata dia.

Sementara Fadli Muchsin kepada pers mengaku alasan pencabutan laporannya, karena dirinya melihat sikap penyesalan Sekda atas perbuatan yang dilakukan itu. Sehingga pihaknya pun mengambil inisiatif untuk mencabut laporannya.

“Saya sadar bahwa ini hanya sebuah kesalahpahaman. Saya juga karena baru, tak tahu soal larangan itu. Sementara Sekda Papua ternyata tak bermaksud lain, tapi ingin menegakkan disiplin kepada setiap staf-nya,” tutur dia.

Sementara itu, pihak penyidik yang menerima pencabutan laporan menyatakan siap memproses. Namun, ada mekanisme yang harus dijalani sebab setiap laporan polisi yang masuk langsung, kini langsung terdata di Mabes Polri (online). (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...