Revisi UMP 2018 Papua Ditetapkan Rp. 3 Juta

Suasana unjuk rasa ratusan buruh di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin. (Erwin )

JAYAPURA  (LINTAS  PAPUA)  – Pemerintah Provinsi dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Papua akhirnya sepakat merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sebelumnya ditetapkan Rp 2.895.650, kini naik menjadi Rp. 3. 000.000.

Kesepakatan itu diambil, setelah perwakilan SPSI melakukan pertemuan tertutup dengan Sekda Papua Hery Dosinaen, Senin (27/11/2017), disela-sela aksi unjuk rasa sejumlah buruh, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

“Dengan kesepakatan ini, SPSI dan buruh sudah merasa sangat puas. Karena kami pikir nilai Rp. 3 juta sudah bisa menjawab dan mengakomodir aspirasi kami yang sebelumnya meminta UMP direvisi menjadi Rp. 3,2 juta”.

“Intinya kita bersyukur bahwa dari unjuk rasa kali, Sekda Papua sudah menandatangani revisi UMP dimana administrasi perubahannya segera disampaikan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe,” terang Ketua SPSI Papua Nurhaidah kepada pers.

Meski begitu, pihaknya mengaku, tak memberi batas waktu kepada pemerintah provinsi untuk menetapkan revisi nilai UMP 2018. Sebab, diakuinya, ada prosedur UU yang mesti dijalani untuk menetapkan revisi UMP.

 

Pihaknya pun menyebut, revisi yang melebihi formula nilai formula penetapan UMP sebagaimana PP 78 2015 tentang pengupahan, tidak bakal berhadapan dengan sanksi hukum. “Makanya kita sampaikan ke Sekda, bahwa jika nilai penetapan UMP melebihi formula itu tidak ada sanksi hukum,” ucapnya.

Sementara disinggung mengenai kemampuan pihak swasta di Papua untuk membayar gaji sesuai UMP 2018, Nurhaidah mengatakan sebagian besar perusahaan bahkan sudah membayar karyawannya diatas Rp3 juta. Sehingga penetapan UMP yang baru dinilai tak akan bermasalah.

“Hanya saya berpesan agar penetapan UMP di masa mendatang jangan dengan arogansi masing-masing, lalu menetapkan tanpa melibatkan dewan pengupahan serta survei dan lainnya. Sehingga tahun depan tidak lagi ada demo kepada pemprov karena penetapan UMP yang sepihak,” tutur dia.

Sementara Sekda Papua Hery Dosinaen, meminta para buruh untuk bersabar menunggu penetapan revisi UMP yang sementara berjalan. Dia berharap para buruh menjaga keamanan dan kedamaian tanah ini. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...