Wali Kota BTM Apresiasi Pelayanan Yayasan Khatolik

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM memberikan apresiasinya kepada pelayanan Yayasan Khatolik khususnya yang ada di Kota Jayapura, baik dalam bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan di Kota Jayapura.

 

“Saya hari ini mau menyampaikan terima kasih kepada yayasan katolik khususnya di Kota Jayapura, yang telah membantu Pemerintah Kota Jayapura dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di kota ini, baik dari tingkat pendidikan PAUD, TK, SD, SMP bahkan SMA milik yayasan. Sehingga Kota Jayapura menjadi kota barometer oendidikan di tanah Papua,” ujarnya disela-sela sambutannya pada perayaan HUT ke-88 Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura sekaligus peresmian Gedung Pastoran dan Aula Serba Guna, di Paroki Gembala Baik Abepura, Minggu (19/11/2017).

 

Selain pendidikan, Mano juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pelayanan rumah sakit katolik yang ada di Jayapura.

 

“Salah satunya Rumah Sakit Dian Harapan (RSDH) Abepura, Kota Jayapura, yang telah melayani warga Kota Jayapura, sehingga warga Jayapura sehat walafiat,” ujarnya.

 

Menurut dia, angka harapan hidup manusia di Jayapura yang sebelumnya hanya 60 tahun tapi sekarang 70 tahun.

“Saya juga telah bersama bapak Uskup Keuskupan Jayapura telah meletakan batu pertama pembangunan rumah sakit provita yang sebentar lagi diresmikan, rumah sakit ini khusus untuk ibu dan anak,” ujarnya.

 

Dia menuturkan, hal ini membuktikan bahwa bagimana sumbangsihnya umat katolik di tanah Papua untuk kemajuan dan sumber daya manusia diatas tanah ini.

 

“Terima kasih juga kepada umat katolik Gereja Kristus Terang Dunia Waena, Gereja Katolik Juru Selamat Kotaraja, dan juga Gereja Katedral Dok V Jayapura yang telah menjaga kota ini sehingga bersih, indah, aman dan nyaman,” ujarnya.

“Atas partisipasi dalam menjaga kota ini indah, aman, dan nyaman, mari kita tingkatkan lagi kedepan,” ujarnya lagi.

 

Lanjutnya, ia berpesan kepada umat katolik agar menjadi contoh, teladan, dan menjadi garam dimanapun ia berada. (Elsye Sanyi  /Koran Harian Pagi Papua)

 

 

Berita 3:

 

Pemprov Akan Keluarkan PerGub Wajib Berdoa Setiap Jam 12.00 WIT

 

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Papua, Herry Dosinaen mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (PerGub) tentang wajib berdoa bagi umat kristiani yang berada di Provinsi Papua pada setiap pukul 12.00 WIT.

 

“Tanah Papua adalah tanah perjanjian dan harus ada refleksi bagi seluruh umat diatas tanah ini, tidak mengenal siapapun juga, tidak mengenal agama apapun juga, namun semua yang hidup diatas tanah ini dengan tugas dan fungsinya masing-masing berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa,” ucapnya di perayaan acara HUT ke-88 Paroki Gembala Baik Abepura, Minggu (19/11/2017).

 

Menurutnya, Pergub tersebut akan mulai diaplikasikan pada 2018. “Entah berapa menit ataupun berapa detik, harus berdoa di jam 12 siang itu kepada Tuhan yang maha kuasa,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Labaladjar, OFM mengatakan tradisi doa itu amat tua di kalangan umat katolik.

 

“Itu tradisi yang amat tua khususnya bagi umat katolik bahwa maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan bahwa dia akan menjadi bunda sang penebus,” katanya.

 

Di kampungnya, menurut dia, budaya doa dulunya dibuat sejak pagi hari, dan itu sudah berlangsung lama di kampung-kampung sejak dulu.

 

“Kalau di kampung-kampung itu lonceng gereja berbunyi, waktu sekitar jam 6 sore, dan seluruh umat yang beraktifitas, baik dikebun bahkan dimana saja, semua umat berhenti dan berdoa, demikian tengah hari juga demikian,” ujarnya.

 

“Di kampung kami ini tradisi yang turun temurun, kalau main bola berhenti sejenak dan berdoa, di sekolah pun berhenti sejenak berdoa dulu, namun tradisi itu kini sudah hilang,” ujarnya.

 

Uskup Leo menambahkan, tradisi itu yang mau dihidupkan kembali, agar supaya tidak hanya umat islam yang berdoa pada jam -jam tertentu akan tetapi umat kristen juga berdoa pada jam-jam tertentu. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...