Tra Mau Dapat Teguran Lisan, ASN Papua Kam Stop Malas

Asisten Bidang Umum Setda Papua, Elysa Auri. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Asisten Setda Papua Bidang Umum, Elysa Auri mengingatkan, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar wajib memberi teguran lisan bagi pegawai yang malas berkantor.

Hal demikian disampaikan Asisten Elysa, dalam apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (27/11/2017) pagi.

Tak hanya teguran lisan, Kepala SKPD diminta segera memberi sanksi yang tegas, agar ada efek jera bagi pegawai yang malas.

“Bahkan kalau memang teguran lisan yang diberikan tidak diindahkan oleh pegawai tersebut, apalagi sudah dilakukan tiga kali, silahkan tegur pakai aturan PP 53 tahun 2010. Dimana dalam UU itu, ada prosedur yang mengatur penundaan kenaikan pangkat hingga paling berat adalah pemberhentian,” kata dia.

Dalam evaluasinya, Elia mengatakan, sampai saat ini belum seluruh SKPD di lingkungan pemerintah provinsi melaporkan serta memberikan tembusan surat teguran pegawai kepada Gubernur, Sekda ataupun Asisten.

Hingga Oktober 2017, sedikitnya baru 10 SKPD yang secara rutin melaporkan telah melakukan teguran bagi pegawai, baik saat apel maupun lainnya.

ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi saat mengikuti apel pagi, Senin kemarin. (Erwin)

Oleh karenanya, dia meminta,  kepala SKPD untuk memberikan tembusan bila memberi teguran bagi staf. Sehingga dari tembusan itu, akan bisa teruskan itu pimpinan untuk meningkatkan disiplin pegawai.

Sementara,  untuk meningkatkan kesejahteraannya, dia berharap, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah provinsi, dapat memanfaatkan koperasi pegawai yang telah resmi dibentuk Pemerintah Provinsi Papua.

“Saya minta Kepala SKPD untuk bisa menghimpun para stafnya sehingga bisa manfaatkan koperasi pegawai yang sudah terbentuk, guna meningkatkan kesejahteraannya,” kata dia.

Dia menambahkan, keberadaan Koperasi Korpri Papua Sejahtera, diharapkan mampu membantu para meningkatkan ekonomi Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah provinsi yang kini berjumlah diatas 10 ribu pegawai.

“Sebab di koperasi ini mereka setiap bulan bisa mengambil barang dengan harga yang lebih murah dari pasar. Sementara untuk pembayarannya bisa dilakukan lewat pemotongan gaji. Sehingga diharapkan koperasi ini bisa membantu meringankan beban para pegawai,” tuntasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

 

 

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...