Mengenal Sosok John Wempi Wetipo : Patahkan Keraguan Menjadi Bupati Jayawijya (Bagian II)

Bupati John Wempi Wetipo, dalam sebuah aktivitas berkomunikasi secara baik dengan masyarakat. Bahkan, secara aktif berkomunikasi baik dengan para wisatawan manca negara yang mengikuti datang mengikuti Festival Lembah Baliem. (istimewa)

Israyat sebuah ayat yang menjadi kekuatan untuk maju dalam Pilkada Jayawijaya waktu sebelumnya, meski banyak diragukan karena usia masih terlalu muda.

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Tanda – tanda John Wempi Wetipo akan menjadi sorang pemimpin sudah di tunjukan Tuhan. Ketika kuliah di Udayana Dendapasar Bali  dan JWW mengikuti ibada di Gereja Kemah Injil Denpasar pada 23 Desember 2000,  majelis membagikan ayat-ayat firman Tuhan untuk menjadi pegangan dalam mengakhiri akhir tahun.

Saat itu suami JWW mendapatkan ayat  yang terdapat pada  1 Timotius 4:12 yang berbunyi, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Dalam benak Wempi Wetipo, ayat ini sangat berat,  baginya, ini sebuah tantangan berat. Bagaimana orang yang masih muda sanggup menjadi teladan dalam tutur kata dan tindakan? Carikan kertas itu diselipkannya dalam Alkitab dan disimpan.

Usai kuliah pada 2006 di Universitas Udayana Denpasar, John Wempi Wetipo kembali ke Wamena dan bekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, selang beberapa waktu, ia kemudian diangkat manjadi Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Jayawijaya.

Pada tahun 2008, terjadi pemelihan Bapati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, melihat peluang ini, John Wempi Wetipo mencoba peruntukannya  untuk maju dalam bursa pencalonan tersebut.

Tim Kantor Daerah Deks Otsus Tanah Papua bersama Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo (tiga dari kiri). Dalam sebuah rutinitas kerja sebagai Bupati Jayawijaya. (ISTIMEWA)

Meski usia yang masih sangat muda (35 tahun) saat itu, namun selaku Ketua Pemuda Gereja Kemah Injil Indonesai  (GKII) Kabupaten Jayawijaya, Wempi memantapkan tekatnya.

Keputusannya untuk maju dalam bursa pilkada kabupaten Jayawijaya membuat  Bupati berang dan langsung mengnonaktifkan Wempi Wetipo dari jabatannya sebagai Kabag Umum.

Kejadian itu membuatnya langsung menyatakan sikapnya untuk maju dalam pemilihan Bupati Jayawijaya. Dengan modal pas-pasan, John Wempi Wetipo mendatangi rumah ketua Partai PPP untuk meminang partai berlambang kabah tersebut.

Dengann berbekal motor taige John Wempi Wetipo datang melamar partai PPP, ia menyerahkan sepeda miliknya ke Ketua partai PPP, sebagai mahar untuk mendapatkan dua kursi PPP DPRP Jayawijaya.

Atas tekat dan semangatnya yang tinggi, PPP akhirnya merestui John Wempi Wetipo untuk maju dalam bursa Pilkada Jayawijaya tersebut. Setelah mendapat rekomendasi dari PPP,  Wempi Wetipo melamar ke PDIP yang memiliki empat kursi di DPRD untuk melengkapi dua kursi PPP menjadi enam kursi sebagai syarat pencalonan.

Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, SH, MH. saat diwawancara. (Ema)

Untuk mendapatkan rekomendasi PDIP, Sekertaris PDIP saat itu dijabat oleh bung Komarudin Watubun meminta dirinya untuk bertemu di Biak. Setelah menunggu tiga hari pertemuan dengan Komarudin Watabun belum juga terjadi.

Hingga menjelang pukul 12.00 Bung Komarudin kemudian menghubungi dirinya  untuk bertemu, dirinya langsung bergegas untuk bertemu di hotel Komarudin menginap. Saat bertemu dirinyaa langsung menyampaikan niatnya untuk maju dalam bursa pilkad kabupaten Jayawijaya mengunakan partai PDIP.

Mendengar niat itu, Komarudin terkejut dan berkata, “baik ko pulang ko akan jadi Bupati”. Pertemuan yang begitu singkat dan tidak adanya kepastian membuat dirinya pusing kepayang,

Namun dengan penuh harapan dan percaya kepada Tuhan keraguan setelah pertemuan di Biak, bung Komarudin kembali menghubungi dirinya untuk bertemu di Yoka. Diatas cap mobil milik bung Komarudin rekomendasi PDIP di tanda tangani untuk mengusung John Wempi Wetipo maju sebagi bupati Jayawijaya.

Dengan modal empat kursi dari PDIP dan dua PPP, John Wempi Wetipo mendaftakan diri ke KPU Kabupaten Jayawijaya. Namun tantangan tidak berhenti disitu, untuk mengikut tahapan pilkada ia membutuhkkan dana untuk kampanye yang tidak sedikit.

Untuk mendapatkan dana tersebut, dirinya mencoba mendatangi sejumlah pengusaha di kabupaten Jayawijaya. Namun miris memang,  setiap pengusaha yang didatangi tak memberikan sedikitpun bantuan, bagi mereka John Wempi Wetipo masih terlalu  muda dan belum siap.

Hal ini membuat John Wempi Wetipo tidak menyarah, namun membakar semangatnya untuk tetap maju dan memenangkan Pilkada Kabupaten Jayawijaya mengalahkan lima kandidat terkuat lainnya.

Dengan modal 300juta, dirinya bertarung dalam pilkada kabupaten Jayawijaya dan hasilnya 64 persen warga Jayawijaya memilih dirinya untuk manjadi pemimpin di Kabupaten Jayawijaya.

Setelah terpilih Bupati terpilih John Wempi Wetipo dan wakil Jhon Richard Banua di lantik pada tanggal 23 Desember 2008 di Gedung DPRD Jayawijaya oleh Gubernur Papua, Barnabas Suebu.

Atraksi Perang-Perangan Pada Pelaksanaan FBLB 2016 Tahun Lalu Di Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya, Bupati John Wempi Wetipo berperan dalam penyelenggaraan tersebut. (Ema)

Dalam sambutan pelantikan, Barnabas Suebu menasehati kedua pemimpin muda ini dengan sebuah ayat yang terdapat dalam 1 Timotius 4:12, mendengar ini John Wempi Wetipo langsung tertunduk menangis mengingat kejadian di Denpasar Bali tahun 2000 terjadi di Jayawijaya 2008.

Setelah dilantik berbagai terbosan dilakukan di John Wempi Wetipo, atas kerja nyata yang dilakukan oleh John Wempi Wetipo selama lima tahun ia terpilih secara mutlak pada pilkada 2014 dengan suara 90% lebih untuk menjabat bupati Kabupaten Jayawijaya periode ke II yang akan berakhir pada 23 Desember 2018 mendatang. (JW)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...