Aloysius Giyai Berjanji Selesaikan Krisis Air Bersih di RSUD Jayapura

Plt Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai , M.Kes., saat diwawancara. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai menyebut, akan segera mencari solusi untuk menyelesaikan krisis air bersih di rumah sakit tersebut.

Pihaknya mengaku, bakal segera berkoordinasi dengan Walikota Jayapura untuk menyelesaikan krisis air yang sudah berjalan hampir dua pekan terakhir.

“Yang pasti kita ingin segera selesaikan masalah krisis air di RSUD Jayapura supaya pasien yang berobat bisa terlayani dengan maksimal,” ujar Aloysius Giyai, usai melaksanakan pertemuan bersama jajaran manajemen RSUD Jayapura, Senin (27/11/2017).

Dia berharap, nantinya debit air yang masuk ke RSUD Jayapura, tak dibagi ke permukiman warga yang tinggal disekitar RSUD Jayapura. Dengan demikian, kebutuhan air di RSUD Jayapura dapat lebih maksimal bagi pasien.

“Apalagi Ketua RT setempat dan Lurah Bhayangkara pun sudah menandatangani surat untuk meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, untuk memasang pipa tersendiri ke permukiman warga disekitar rumah sakit,” katanya.

Pada kesempatan itu, Aloysius yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini meminta, pokja akreditasi RSUD Jayapura , untuk melakukan persiapan rencana kunjungan tim pusat yang akan meningkatkan akreditasi. Sehingga upaya menuju akreditasi A, dapat segera terwujud.

Sebelumnya, Toding, salah satu pasien RSUD Jayapura kepada harian ini mengeluhkan ketersediaan air bersih di rumah sakit itu.

Ilustrasi Suasana Pelayanan kesehatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua. (istimewa)

Pihaknya sampai harus menimba air dari bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi istrinya yang hendak melahirkan di ruang persalinan.

“Bayangkan untuk kebutuhan air bersih istri saya yang akan melahirkan, kami diminta oleh perawat mengambil air dari bak penampugan yang jaraknya cukup jauh,” tuturnya.

“Awalnya saya tidak bersedia namun terpaksa melakukan karena untuk kebutuhan istri melahirkan. Karenanya, saya harap hal ini tak lagi terjadi di masa mendatang. Semoga ada pembenahan,” harapnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...